Ceceku Patricia dan Aku – Cerita Tabu

Adalah Patricia, perempuan yang berusia 25 tahun dan saat ini sedang kuliah di fakultas kedokteran. Cantik? Jangan ditanya lagi. Aku, Lawrence berusia 18 tahun. Baru saja kelas 3 sma. Patricia adalah kakak kandung aku.

Orang tua kami jarang di rumah sehingga aku dan kakak aku selalu berdua setiap hari. Patricia sendiri juga sudah mau menyelesaikan kuliah nya. Dia memang sangat pintar dan kepintarannya jauh di atas rata rata. Bukan tak mungkin dia sendiri bahkan lebih hebat daripada dosen nya sendiri.

Hubungan aku dan kakak memang sangat dekat. Dia sendiri juga sangat menyayangi aku seperti pacarnya sendiri. Patricia juga tipikal perempuan yang mandiri. Dia pandai mengatur waktu dan sangat rajin dan tidak suka menghabiskan waktu untuk omong kosong tidak jelas dengan teman teman nya.

P.O.V : Lawrence

Di rumah, Patricia sering berpakaian terbuka. Tak jarang dia tidak memakai bra sehingga aku bisa melihat puting susu nya itu. “Napa Gak telanjang sekalian aja sih? Menyiksa lahir batin aja lu!” Kataku dalam hati. Tak jarang juga kakakku ini sering menggandeng tanganku kalau kami berdua sedang keluar rumah seperti ke mall etc.

Tak sedikit yang mengira kalau kami ini adalah sepasang kekasih. Tinggi tubuh kami juga …. ya hampir sama.. cuma Aku lebih tinggi sedikit. 177cm. Kakakku 173 cm. Sangat tinggi untuk ukuran wanita. Pernah sekali dia ditawarkan menjadi model tapi karena dia fokus dengan kuliah nya, dia menolak.

Kami berdua keturuan Chinese. Papa mama kami selalu di luar kota dan belum tentu sebulan 1x mereka pulang. Kalaupun pulang, 3 hari lagi juga menghilang tanpa memberikan kabar. Biasa. Bisnis. Kami ada seorang pembantu yang datang di pagi hari dan pulang di sore hari.

Sejak dulu, kedua orang tua kami sudah sering bepergian dan jarang pulang. Alhasil kakakku lah yang datang mewakili kedua orang tuaku. Saat pengambilan rapor, semua teman temanku naik yang cowok atau cewek senantiasa terpukau oleh kecantikannya.

Banyak yang mengira dia adalah pacarku karena kami selalu bergandengan tangan. Teman teman perempuanku banyak yang cemburu dan yang laki laki banyak yang iri. Patricia juga bisa mengendarai motor besar seperti nsr.

Kakakku kalau baru pulang kuliah selalu saja memeluk diriku dan mencium aku. Awalnya aku agak risih tapi lama lama terbiasa dan mulai muncul nafsu terhadap dirinya. Dia meski sudah 20 tahun lebih, masih suka bermanja manja dengan diriku.

Kadang kami nonton bersama sambil tiduran bersebelahan dan kadang dia minta dipangku juga sampai tertidur. Kami sering tidur berdua dan dia selalu memakai kaos ku kalau tidur dan selalu melepas bra nya.

Aku sendiri lama lama semakin nafsu dan Aku memberanikan diri untuk mencium kening dan pipi kakakku saat dia sedang tidur. Ternyata dia belum tidur dan dia tahu Tapi pura pura saja.

Suatu malam saat dia sudah tertidur, aku mencium kening dan kopi nya. Entah mengapa kali ini aku penasaran dan mencoba mencium bibirnya. Patricia sungguh sangat cantik sekali malam itu dan aku juga semakin tergoda.

Dasar dia emang iseng. Saat aku selesai mencium bibirnya, matanya langsung terbuka lebar dan mengagetkan aku. “Baaaaaaaaa. Nakal ya Dedek., ” katanya sambil tertawa dan mencubit pipiku.

Aku kaget dan ketakutan juga mau jari tapi tangan kakakku langsung menahan tubuhku dan memeluknya dari belakang. Dia sama sekali tidak marah dan malah tertawa sambil meledek aku.

“Dedek nakal ya. Hehehe. Dikira cece gak tahu dedek sudah ngapain aja? Sini cece cium dulu. Muaachh. Dedek dah gede sekarang. Cece makin sayang sama dedek. Hmmmm” katanya sambil memeluk dan mencium pipiku.

“Ce. Maafin dedek. Soalnya dedek lihat cece cantik banget malam ini. Maaf ya ce” kataku dengan penuh ketakutan.

“Maaf apaan sih dek. Cece senang tau. Cece cuma mau punya pacar seperti dedek. Makannya cece gak mau pacaran dulu sampai sekarang.. mau cari cowok seperti dedek mah susah” kata dia.

Aku pun melepaskan pelukan itu dan memeluknya kembali juga mencium keningnya. “Ce. Dedek juga mau punya pacar cantik seperti cece tapi gak akan ada. Aku cuma sayang cece saja” kataku kepadanya yang membuat dia tersenyum genit serta memegang dagu ku.

Kisah Incest – Ceceku Patricia dan Aku
P: dek. Hmmmm.. emang dedek Gak bisa menemukan perempuan yang lebih baik dari cece? Hehehe.

L: belum ketemu sih ce. Ada juga belum tentu senyaman sama cece.

P: nanti juga ketemu kok dedek sayang. Dek. Dah malam. Dedek bobo yuk. Cece mau dipeluk ama dedek malam ini. Boleh kan dek? Hehehe..

L: ok ce. Sini aku peluk ce. Hiya hiya. Hehehe

Kami berdua pun tertidur dengan lelap sampai besok pagi. Kami berdua bangun dan bersiap siap untuk pergi. Patricia akan ke kampus dan dia akan mengantar aku ke sekolahan ku. Aku masih di kelas 3 sma saat ini dan bersekolah di salah 1 sekolah international di ibu kota.

Dia selalu menggunakam motor balap kesayangannya itu. Setiap kali teman temanku di sekolah mendengar suara motor balap, mereka semua langsung mengalihkan pandangannya ke kami apalagi mereka mau melihat kakakku. tapi sia sia karena tertutup helm.

Pukul 2 siang, aku selesai sekolah dan menunggu kakakku menjemput aku di halaman sekolah. Setelah dia tiba, kami langsung pulang ke rumah. photomemek.com Setiap kali kakakku melepas helm dari kepalanya, rambutnya yang indah itu langsung terurai sambil menggoyang goyangkan kepalanya serta menebarkan ketombe nya (bohong kok. Gak ada ketombe :p). Ya persis kayak di iklan shampoo.

Setelah itu,kami berdua membereskan rumah seadanya karena sebelum nya sudah dibersihkan oleh pembantu yang sudah pulang. Ada yang tak beres dengan diriku hari ini. Kepalaku mendadak sakit dan aku merasa demam.

Aku kemudian meminum obat dan mandi. Aku awalnya berpikir kalau ini hanya gejala demam saja alias bukan demam serius. Ternyata setelah mandi, demam ini tetap ada dan tak kunjung sembuh.

Aku kemudian meminta obat ke kakakku. Dia yang di fakultas kedokteran tentu sangat familiar dengan hal ini. Bertingkah selayaknya professional, dia menyuruhku tiduran dan membuka bajuku serta menggunakan stethoscopes untuk memeriksa detak jantung ku yang semakin kencang karena ada wanita cantik di depanku.

“Halllaah. Perkara sepele. Dedek sayang dah minum obat kan tadi?”

“Udah ce. Tuh paracetamol. Tapi gak kunjung sembuh.”

“Sabar dedek sayang. Nanti kalau gak sembuh, cece beliin obat buat dedek . Dedek bobo dulu ya. Nanti cece buatin bubur kesukaan kamu.” Katanya sambil mengusap rambutku.

“Malas makan ah ce. Gak nafsu” kataku àgak ngambek

“Kalau cece suapin mau kan?” Ledek Patricia

“Itu mah dengan senang hati ce” kataku tersenyum usil.

“Nakal. Heheh. Nanti cece bawa ke kamar ya dek. Dedek tiduran aja ya. Yuk ke kamar dulu” kata Patricia sambil menggenggam tanganku dan menuntun aku ke kamar kami tidur. Ya kami sering tidur berdua.

Aku disuruh berbaring di tempat tidur dan dia menyelimuti aku serta mencium pipi dan keningnya dengan penuh kasih sayang. Setelah itu dia langsung kabur menuju ke dapur untuk membuat bubur dari beras yang sudah hancur.

Aku tiduran dan pelan pelan mata ini menjadi semakin berat seperti beban hidup. Akhirnya Aku tertidur juga… Aku kemudian merasakan sesuatu di bibirku, rasanya seperti disedot. Aku kira kakakku iseng menggunakan vacuum cleaner untuk membangunkan aku (jangan dicoba di rumah ya).

Aku pelan pelan membuka mataku dan yang aku lihat pertama kali adalah kakakku yang sedang memejamkan matanya. Dia sedang menciumi bibirku. Aku langsung membuka mataku dan membalas ciumannya. Sial dasar. Dia malah berhenti dan meledek.

“Yeay. Dedek dah bangun. Sini cece suapin. Buka mulutnya sini. Aaaaaaa ” kata Patricia. Aku pun membuka mulutku dan dia memasukan bubur itu dengan sendok ke mulutku. Masak pakai sekop.

Dalam waktu singkat saja, bubur itu habis. Dia memberikan Aku air hangat segelas dan menyuruhku meminumnya. Aku semakin sayang dengan dirinya dan juga tak malu bermanja manja dengannya..

Setelah minum air hangat itu, dia menyuruhku berbaring di ranjang. Patricia sudah tak ada lagi yang harus dikerjakan. Dia kemudian berbaring di samping ku dan memelukku di tubuh nya… tepat di payudaranya. Bukan ngantuk, malah darah ini jadi mendidih. Bukan marah bukan gerah tapi bergairah meski harus sedarah.

Dia tak hanya memelukku tapi juga mengusap dan membelai rambut aku dengan lembut dan penuh kasih sayang. Sesekali dia mencium keningku dan malah menyanyikan lagu love songs dengan lembut dan merdu.

Aku juga bingung. Terapi apaan coba nih? Mau minta dikelonin apa mau menyembuhkan pasien tanpa obat? Ah asal sembuh aja dah… demam gak enak. Ya sakit mana ada yang enak? Tak lama kemudian aku tertidur lelap sampai besok pagi.

Ketika aku bangun di pagi hari, kakakku sudah tak ada (bukan meninggal dunia ya) di tempat. Aku masih terlalu lemah untuk bangun. Aku tidak masuk sekolah hari ini dan tiba tiba pintu dibuka. Kakakku datang membawa vaksin berisi air hangat dan selembar kain.

L: ce. Cece gak kuliah?

P: gak dek. Cece kan off hari ini. Cece akan rawat dan urus dedek seharian. Kamu sudah membaik belum dek?

L: dah ce. Gak usah lah ce. Dedek gak gimana banget kok. Aku dah mendingan sih. Cuma pegel aja

P: iya dedek sayang. Itu masih belum sehat namanya. Dek. Tadi pagi pagi cece dah bangun bikin bubur buat dedek. Dedek sekarang buka baju sama celana dulu sini. Cece mau bersihin badan dedek.

L: hah?? Buka baju sama celana? Telanjang gitu ce?

P: iya lah dek. Dah yuk gak usah malu dek. Dulu waktu dedek masih kecil juga cece sering lihat dedek dimandiin mami kok. Jadi cece dah tahu dalamannya dedek kayak gimana. Hiya hiya. Lagian cece kan dokter nanti. Lihat ginian mah gak aneh lagi. Yuk buka baju nya sini. Kalau gak mau ya cece bukain ya.

L: ter… terserah cece dah. Aku pasien mah pasrah aja.

P: kalau semua pasien bisa bekerja sama seperti ini mah.. asik dah. Bikin hidup lebih mudah… cece buka semua baju kamu ya dek…

Akhirnya kakakku yang cantik itu membuka semua pakaian aku sampai aku telanjang bulat. Aku tidak menduga dan tidak bisa berbuat banyak karena tubuhku sangat lemah dan pegal. Kakakku saat itu hanya memakai tank top abu abu tanpa bra dan celana pendek berwarna hitam.

Meski penampilan kakakku sangat menantang dan merangsang, aku tidak bisa ereksi karena lelah dah lemah. Saat kakakku melihat kemaluan ku, dia tertawa kecil karena sedang melempem. Dengan pelan dam sabar juga rasa kasih sayang kakaknya ke adiknya, dia membersihkan tubuh ku mulai dari muka, leher, dada, tangan sampai perut.

Bagian itu, dia masih saja sempat meledek. “Kecil kayak waktu dedek masih kecil tuh. Hiihihih. Colek ah… hihihi” katanya sambil tertawa dan mencolek penis ku yang memang belum ereksi saat itu. Setelah menguras kain itu, dia membersihkan kemaluan ku dengan teliti.

Aku bisa merasakan tangannya yang lembut itu menyentuh semua permukaan penisku. Meski aku belum ereksi, aku mulai terangsang apalagi ketika dia juga mulai membersihkan selangakangann aku. Tak tahan lagi, penis aku akhirnya ereksi dan kakakku tertawa.

“Hiya hiya. Haha. Dedek nakal. Dedek dah gede. Dah bisa berdiri burungnya. Untung dah disunat ya dek. Kalau belum, mau gak cece sama temen temen cece sunat in dedek nanti. Burung dedek dipajang rame rame. Hiya hiya. Asik kan dek. Hehehe” katanya sambil tertawa.

Kakakku yang usil itu baru saja membersihkan pahaku dan betisku, namum sejak si otong bangkit, kakakku kembali membersihkan penisku lagi.

“Hiya hiya. Besar dan keras. Ada urat juga. Kayak binaraga nih burung dedek. Hehehe. Tadi padahal lucu tuh. Kecil ngumpet. Hehehe. Punya dedek termasuk gede loh.” Kata kakakku sambil cengengesan.

“Eh cece. Malu mah ce. Emang gede banget apa punya ku? Hiya…” kataku sambil meledek.

“Iya Dek. Punya dedek gede. Bersih sekarang nih burung. Hehehe. Muach” kata kakakku sambil mengecil penisku.

“Eh. Terangsang ya… hayooo. Apa nih? Coba cece pegang. Hehehe. Ada air apa nih di atas? Hehehe. Cairan pre cum. Hiiiii.. dedek cabul. Heheh. putri77.com Terangsang ya lihat cece? Apa terangsang karena dimandikan? Ini baru di lap doang dek. Hehehe” kata Patricia sambil menempelkan jari telunjuknya di ujung penisku dan memainkan cairan pre cum aku.

Setelah itu, kakakku membersihkan penis ku lagi dan membersihkan tangannya. Kemudian dia datang membawakan aku pakaian baru dan membawakan aku bubur semangkuk. Aku kemudian disuapi lagi oleh nya. Rasa nafsu dan cinta bersatu dan bergumul di hatiku sekarang.

MrSange – Ceceku Patricia dan Aku
Aku kadang berpikir dan berharap semoga kami berdua hidup abadi bersama awet muda karena bagiku, kakakku adalah yang terbaik untukku. Dia tak akan pernah tergantikan. Aku sangat sayang dia meski dia kakak kandung ku.

Seharian kakakku dengan sabar dan penuh kasih sayang merawat diriku. Aku merasa terharu dan semakin sayang kepadanya. Kakakku berkata kalau aku dah sehat karena panas tubuhku sudah menurun tapi masih belum sembuh total alias masih lemas untuk bergerak.

Dia dengan pelan membawaku ke kamar mandi untuk dimandikan. Hanya mendengar kata ajaib itu saja, aku sudah terangsang. Penis ku langsung tegak berdiri dan dia melepas semua pakaianku sampai telanjang.

“Yuk Dek sini. Cece mandiin kamu dulu. Habis Ini kamu akan lebih sehat. Sabar ya dedek sayang. Heheh.” Katanya dengan senyum manisnya. Aku pun dimandikan oleh kakakku sampai bersih. Dia menggunakan tank top nya yang berwarna hitam tanpa bra dan celana hotpants nya berwarna abu abu.

Semua tubuhku dijamah dan disentuh olehnya termasuk kemaluan ku yang sudah tegak berdiri dari tadi. Dia tersenyum sambil tertawa kecil saat membersihkan kemaluan ku. Semua bagian penisku diraba dan dibersihkan. Setelah selesai dimandikan, aku dibawa ke kamar dan disuruh berpakaian.

Dia menyuruhku untuk tetap berbaring dan menunggunya karena dia mau memanaskan bubur untuk ku nanti. Setelah makan bubur, aku diberikan obat. 3 jam kemudian Aku sudah pulih total. Di malam yang sama, dia masih dengan setia berbaring di sampingku..

Kami ngobrol ngobrol selama 3 jam sampai aku merasa lelah dan tertidur. Patricia tidak pernah meninggalkanku saat aku tidur. Sesekali dia menciumi pipi dan membelai rambutku dengan lembut dan penuh cinta.

Di saat aku terbangun, dia langsung memelukku dan menyanyikan lagu love song. Suara kakakku sangat merdu. Dia juga ada bakat menyanyi tapi dia memilih untuk menjadi dokter. Sikapnya sungguh sangat keibuan meski usianya masih muda.

Esok harinya jam 5 pagi aku terbangun. Tak tahu sudah berapa lama aku ada di alam mimpi. Aku melihat kakakku masih tertidur lelap. Dia pasti merasa lelah karena sudah merawat dan menjaga aku seharian. Aku kemudian membelai rambutnya yang indah itu dan mencium bibirnya dan pipinya.

Aku pun kembali tiduran lagi dan masih menatap dirinya yang masih tidur nyenyak sambil kugenggam dan kucium tangannya. Tak lama kemudian, dia terbangun dan aku pura pura tidur. Dia tampaknya tahu kalau aku pura pura tidur. Kakakku kemudian mencium bibirku dan membelai mukaku dengan lembut.

“Dek. Udah gak usah pura pura tidur. Cece dah tahu kamu dari tadi ngapain aja. Hehehe. Dedek nakal.” Katanya sambil tertawa dan kembali memeluk ku dengan hangat dan erat.

“Hiya hiya cece sayang. Hehee. Dah bangun ce? Ce.. makasih ya dah jagain aku dari kemarin. Aku sayang cece.” Kataku sambil mencium bibirnya lagi.

“Dedek memang anak manis. Cece juga sayang sama dedek kok. Dedek jangan nakal ya. Sekolah yang rajin. Jangan pacaran Dulu dek. Nanti cece cemburu. Hehhee” kata kakakku sambil menciumi bibirku lagi.

“Iya ce. Dedek tahu. Cece kan sering lihat reports card (rapor) dedek. Mana ada yang jeblok? Bagus semua kan? Hehehe. Cece tau gak kalau cece ke sekolah ambil rapor, semua temen temen aku pada memuji cece loh.. hiya hiya… Heheh.. apalagi pas mau pulang ambil rapor, cece kan suka gandeng tangan aku.. hiya hiya ” kataku sambil tertawa.

“Hehehe.. siapa Dulu dong dedek nya? Hehehe… Dedek ganteng.. hihihi. Temen temen cece juga banyak yang seneng ama dedek. Banyak yang bilang kalau kita jalan, kita kayak orang pacaran dek” kata kakakku sambil menggenggam kedua tanganku.

“Masa iya sih ce? Hehehe. Habis cece mukanya masih kayak anak sma. Cantik awet muda. Hehehe. Badan cece juga bagus banget kok. Perut rata.” Kataku sambil memujinya.

“Haaaaa hiya hiya. Cuma perut aja yang dipuji. Hehehe. Yang lain nggak?” ledek kakakku menggoda.

“Apanya yang lain kak?” Tanyaku kepada dia sambil tersenyum.

“Ya.. yang ini mungkin? . Hehehe. Dedek mah berlagak dodol. Hehehe…” kata kakakku sambil menunjuk ke payudaranya.

“Eh cece mah. Hehehe. Itu mah biar Aku aka yang puji dalam hati. Hehehe. Pokoknya badan cece bagus deh. Ditambah cece rajin olah raga. Makan sehat. Aku juga badannya jadi bagus karena cece yang bantu loh. Aku beruntung banget punya cece. Makin sayang Aku ama cece.” Kataku sambil mencium tangannya.

“Dedek. Jelas aja cece sayang banget sama dedek. Cece gak ada siapa siapa di dunia ini selain dedek. Mama papa jarang pulang ke rumah. photomemek.com Cece cuma ada dedek seorang. Jelas saja cece sayang banget sama dedek. Makannya kalau misalnya dedek ada pacar, cece akan gak tenang. Takut pacar dedek orangnya gak beres.” Katanya sambil memasang muka cemas.

“Cece sayang. Tenang saja ya. Dedek gak akan bikim cece sedih. Aku selalu mau bikin cece senang apapun itu ce. Cece masih ngantuk kan? Cece bobo lagi gih. Makasih ya cece sayang.” Kataku sambil mencium bibir dan kening nya.

Kami berdua kembali tidur lagi sambil berpegangan tangan selama beberapa menit karena aku harus kembali sekolah dan kakakku ada kuliah hari ini. Kami berdua bangun dan bersiap siap untuk pergi ke sekolah dan kampus.

Karena kesehatan ku yang belum pulih 100%, kakakku menggunakan mobil BMW nya yang berwarna hitam. Mobil itu hanya dipakai pada edisi khusus saja seperti pesta atau acara tertentu yang mengharuskan dia atau kami berdua memakai pakaian formal dan tentunya cuaca.

Setelah melewati hari yang panjang dan melelahkan, kami pulang ke rumah dan beristirahat. Kakakku masih tetap memantau kesehatan aku. Setelah aku mandi, kakakku memasak makanan untuk makan malam. Dia juga jago masak. Multitalented woman. Serba bisa dan cepat belajar.

Setelah makan malam, aku duduk di sofa menonton tv drama korea. Kakakku yang baru mencuci piring dan akhirnya menyusul duduk di sampingku dan nkntkn bersama. Kami menyaksikan banyak adegan romantis di film itu dan kakakku meletakan kepalanya di bahuku (sengaja atau tidak, dia yang tahu jawabannya).

Aku pun menyambutnya dengan merangkulnya dan mencium rambutnya yang wangi karena baru keramas. Sadar tak sadar kedua tangan kami mulai saling berpegangan dan kakakku menatapku dengan genit dan manja.

Aku pun membalasnya dengan tersenyum dan menatap matanya dengan dalam. Kakakku pun melebarkan senyumnya dan terlihat sangat senang. Suasana saat itu sungguh romantis. Aku merasa dia saat itu seperti kekasih ku, bukan kakak kandungku.

Kami pun melanjutkan menonton dan dia kini menaikkan kedua kakinya ke pahaku seperti minta dipangku. Aku pun menggendong nya agar dia dapat duduk nyaman dipangkuanku. Mata kami kini tidak lagi melihat televisi. Mata kami saling bertatapan.

Dia tersenyum dengan tatapan menggoda. Aku pun menyambutnya dengan membelai muka nya dan mencium bibirnya. Ciuman itu disambut hangat oleh kakakku. Kami berdua berciuman dengan mesra dan hangat. Penuh kasih dan cinta tanpa menyadari hubungan darah yang kami miliki.

Kakakku, seperti biasa, dia hanya memakai tank top tanpa bra dan celana hotpants. Dia sungguh terlihat cantik sekali malam ini apalagi ketika dia mengikat rambutnya ala messy bun. Sungguh menggairahkan. Kami berciuman dan memainkan lidah lidah kami juga.

Patricia memang cantik dan selalu tampil feminim meski senantiasa membawa motor balap nya. Tak jarang dia memakai bando dengan pita yang memberikan kesan feminim dan terlihat seperti anak kecil.

Setelah kami berciuman dengan gila, aku menggendong kakakku ke kamar dan membaringkannya di ranjang. Dia tersenyum manja dan menggoda. Kedua tangannya sudah merangkul leherku dan menariknya agar dekat ke wajahnya untuk berciuman lagi.

Aku naik ke ranjang dan kami melanjutkan ciuman kami lagi sampai kakakku mendesah dengan lembut dan memberi tanda kalau dia suka juga bergairah. Kami menghentikan ciuman kami dan aku kembali menatap matanya yang indah itu.

Tangannya kini membelai mukaku dan aku mendekatkan wajahku lagi ke kakakku untuk mencium keningnya. Setelah itu dia dengan kedua tangannya memegang wajahku dan menariknya lagi ke wajahnya agar bisa berciuman kembali dan kali ini dia lebih bersemangat.

Dia kembalikan tubuhnya dan melepas ikat rambutnya sehingga tergerai dengan sangat indah. Aku pun semakin terpukau dengan kecantikan kakakku sendiri. Aku merasa Aku memilih untuk tidak menikah daripada kehilangan kakakku sendiri.

Sumpah mati deh. Siapa yang tahan kalau begini? Kedua tanganku kini memegang pinggangnya dan kedua tangan kakakku masih merangkul leherku seolah dia tak mau melepaskan ciuman ini untuk selamanya… edan. Emang gak usah ke wc apa?

Kakakku akhirnya melepaskan bibirnya dariku dan dia mulai tertawa. Aku pun juga tertawa dan membelai wajah cantiknya itu. Dia pelan pelan menurunkan tubuhnya ke atas tubuhku. Aku pun membelai rambutnya dengan lembut.

Patricia sangat nyaman berada di atas tubuhku. Matanya masih tertutup dan dia mulai bertanya sesuatu kepadaku.

“Dek. Dedek sayang sama cece kan?”

“Iyalah ce. Sangat sayang sekali. Cece gimana? Sayang ama dedek Gak?” Tanyaku sambil tersenyum.

“Dedek mau tah jawabannya?” Tanya dia sambil tersenyum.

“Iya lah cece sayang” jawabku manja.

“Ini jawabannya” kata dia dan langsung menghajar bibirku tanpa izin seperti supir bis brengsek yang motong jalur orang tanpa kasih lampu sein.

Kamipun melanjutkan ciuman kami layaknya sepasang pengantin baru. Desahan demi desahan terdengar di kamar kami. Patricia sangat bergairah malam itu seperti sedang kesetanan. Kakakku mulai kelelahan dan dia menghentikan Ciumannya seraya berkata kalau tadi itu adalah jawabannya dari pertanyaanku.

“Dedek suka kan jawaban dr cece? Hehe. Gak pakai ngomong tapi langsung bertindak. Keren kan? Hehehe. Dek. Cece dah capek. Kita bobo yuk. Sini cece peluk kamu. Biar sembuh” kata kakakku.

Aku mengangguk tanda setuju. Setuju karena suka jawaban dari dia dan saat nya untuk tidur. Kepalaku dibenamkan di dadanya yang tak memakai bra itu dan dia juga membelai rambutku dengan lembut. Sesekali dia menyanyikan lagu lagu love songs tahun 70an.

Kami berdua memang suka lagu lagu tua seperti the Beatles, carpenters, stevie wonder etc. Kami juga bisa dan suka bermain piano. Terkadang kami main berdua bersama sama. Kami memiliki banyak kesamaan hanya beda kelamin saja.

Tak lama kemudian, kami berdua tertidur sampai pagi dan bangun untuk beraktivitas kembali seperti biasa. Kakakku kali ini sedang libur. Setelah dia mengantarkan aku ke sekolah, dia pergi ke tempat gym. Di sana, dia selalu jadi pusat perhatian lelaki hidung belang karena tubuh dan kecantikannya.

Seperti biasa, jam 2 siang, kakakku sudah menanti aku dengan motor balapnya. Ketika suara motor itu terdengar, semua murid di sekolah mengalihkan pandangannya ke motor itu. Kakakku memberikan helm nya kepadaku dan menyuruhku mengemudikan motor itu.

Suara siulan dan sorakan diarahkan ke kami berdua. Kakak adik rasa suami istri. Aku pun yang diberikan kehormatan untuk membawa motor itu langsung tancap gas dan pergi dari sekolahan ku diiringi suara suara jahil dari teman temanku yang iri.

Setelah sampai rumah, aku langsung dan beristirahat. Kakakku mengajakku pergi ke bioskop nanti malam untuk nonton. Kami pun pergi berdua ke mall untuk nonton dengan mobil dan selama kami di dalam mall, kami selalu bergandengan tangan seperti kekasih.

Setelah kami kembali dari mall, kami berdua ngobrol ngobrol santai di kamar. Saat mengobrol, kakakku tiba tiba mendekatiku dan meminta untuk duduk di pangkuan ku. Aku meletakkan kakakku di pangkuan ku dan dia menyandarkan kepalanya di dadaku.

Mister Sange – Kumpulan Cerita Incest
“Dek. Kamu tahu gak suara paling indah yang pernah cece dengar apa?” Tanya nya kepadaku.

“Apa ce? Suara kentut?” Jawabku meledaknya.

“Nakal. Hehehe. Suara detak jantung dedek. Cece senang mendengarnya. Cece betah duduk dipangku ama dedek. Apalagi saat dedek membelai rambut cece sambil dimainkan. Rasanya nyaman banget.” Kata nya yang membuatku luluh dan sangat tersentuh.

Aku pun mencium keningnya dan dia menutup matanya karena dia merasa sangat nyaman di pelukanku. Tak lama kemudian aku membaringkan dia di atas ranjang karena aku sudah mulai pegal dan dia menatapku dengan penuh makna kasih sayang.

Aku mendekati wajahnya dan kami pun berciuman dengan mesra. Kedua tangannya merangkul leherku dan aku memeluk punggungnya dengan erat. Kamu berdua sudah mengganti pakaian kami dengan pakaian tidur. Dia memakai tank top nya dan celana hotpants pendek yang memamerkan kemulusan betis dan paha nya.

Aku hanya menggunakan kaos dan celana pendek biasa sehingga penisku yang sudah keras dari tadi menonjol dan dapat menyentuh serta menggesek gesekan vagina kakakku yang tertutup oleh celananya. Aku bisa merasakan nafas kakakku yang semakin menggebu gebu itu.

Dia kemudian membalikan tubuhku sehingga dia kini berada di atas tubuhku dan terus menciumi bibir ku dengan lembut. Bibir dan lidah kami saling beradu dengan penuh gairah dan rasa cinta.

Kakakku akhirnya menghentikan ciumannya dan menatap ku dengan penuh nafsu. Pandangan matanya berbeda dengan sebelumnya. Dia menatap ku dengan tajam dan kembali menciumi aku dengan lebih liar.

Tak tau sudah berapa lama kami berciuman sampai dia merasa lelah. Dia melepaskan ciumannya dan berkata kalau dia sangat mencintaiku dan aku tak tergantikan di hatinya. Aku juga mengatakan kalau dia juga tak akan bisa digantikan oleh siapapun.

Dia mulai meneteskan air mata nya karena terharu dengan ucapan ku tadi dan langsung membaringkan tubuhnya di atasku. Aku pun dengan lembut membelai rambutnya dan kini aku yang menyanyikan lagu love song dan membuatnya tertidur dengan lelap.

Besok paginya dia terbangun dan melihatku belum memejamkan mata. “Dek. Dedek bobo gak? Cece semalam ketiduran. Badan dedek nyaman. Hehehe. Belum lagi dedek semalam nyanyi buat cece. Maaf ya dek. Tapi kan ini hari sabtu. Cece gak kuliah. Dedek gak sekolah. Jadi dedem tidur aja nanti ya sayang.” Katanya sambil mencium bibirku dan membelai rambutku.

Aku hanya mengangguk dan langsung memejamkan mataku karena tak bisa tidur semalaman. Kurang lebih 6 jam kemudian, aku terbangun dan langsung mandi. Kakakku sudah menyiapkan makanan. Setelah mandi, aku makan dan belajar. Ya belajar. Senin udah ujian bro. Masak kelayapan. Stres kali ya…

Aku belajar dari siang sampai malam. Kakakku dengan setia menemani aku. Dia membiarkan cemilan dan teh juga kopi. Cikal bakal kena asam lambung ini, pikirku. Tapi bukan masalah. Ada obat maag yang setia menemaniku juga.

Sekedar info saja. Aku mengambil jurusan ipa. Aku ingin menjadi arsitek nanti karena aku berbakat dalam menggambar dan matematikaku juga termasuk yang terbaik di sekolah bahkan guru ku saja sampai mengaku kalah terhadap kepintaranku.

Ujian akhirnya tiba. Dari senin sampai jumat. Dengan percaya diri aku mengerjakan semua soal soal itu dengan mudah. Setelah ujian selesai, aku dan kakakku pergi berdua jalan jalan alias liburan ke Australia selama 1 minggu.

Selama kami di sana, kami senantiasa berfoto berdua dengan mesra sampai semua teman teman aku yang melihatnya menjadi sangat iri dan cemburu. Tak sedikit siswi perempuan di sekolah itu yang tertarik kepadaku tapi aku tak tertarik dengan mereka karena aku mau mencari perempuan dengan pemikiran dewasa.

Di lain pihak, ada banyak juga mahasiswa yang tergila gila kepada kakakku tapi semua diabaikan olehnya. Kakakku hanya ingin fokus mengejar cita citanya dan selesai kuliah lebih cepat. Dia tak peduli akan kehilangan masa mudanya. Buat dia, hura hura lampu disko itu hanya omong kosong tak berguna. Well…kami memang termasuk kategori “makhluk langka”.

Kami di sana sudah terlihat seperti sepasang kekasih. Ke mana mana berdua dan selalu bergandengan tangan kecuali ke wc umum. Kami tidur bersama 1 kamar dan 1 ranjang juga. Semua baik baik saja sampai suatu malam, kakakku entah kenapa mengajak aku berendam berdua di bathtub.

Tawaran menarik. Kami masih bisa jaga batas sejauh ini meskipun aku yakin dia juga rela menyerahkan keperawanan nya kepadaku tapi aku juga (untuk saat ini) belum mau mengambilnya. Mencintai tidak sama dengan nafsu yang identik dengan membuka celana. Dengan memberikan perhatian dan kasih sayang itu sudah cukup.

Dia menyuruhku untuk menunggu dengan sabar di kamar sementara dia menyiapkan air panas untuk kami berendam. Dengan sabar aku menunggu sampai kemudian kakakku memanggil aku untuk masuk ke kamar mandi. Dia sendiri sudah berendam tapi tubuhnya tertutup oleh busa busa sehingga tidak terlihat jelas dan sialnya… dia memakai handuk menutupi dadanya.

Suek! Nanggung bener sih. Bikin kepala atas bawah sakit luar dalam, tapi gak masalah dah. Better than nothing. Akhirnya Aku disuruh melepas semua pakaian ku sampai telanjang.

“Udah dek. Gak usah malu. Kan cece dah pernah lihat semuanya pas cece urus kamu waktu sakit. Yuk sini dek. Masuk pelan pelan.” Kata dia sambil mengulurkan tangan untuk mengajakku berendam berdua dengannya. Aku dengan senang hati meraih tangannya yang lembut dan dia pun tersenyum lebar.

“Dek. Puter balik deh. Cece mau bersihin punggung kamu dulu dek.” Kata dia. Aku memutar tubuhku membelakangi dia dan kakakku dengan kedua tangannya yang lembut menggosok punggungnya dengan lembut dan pelan. Setelah selesai, dia membilasnya sampai bersih dan dia memeluk aku dari belakang sambil berbisik di telingaku, “I love you”.

Aku tersenyum dan memutar tubuhku. Kakakku tersenyum manja dan aku langsung memegang dagunya dan mencium bibirnya dengan mesra. Setelah itu aku juga berkata I love you ke kakakku. Di dalam bathtub itu, dia membersihkan seluruh tubuhku termasuk yang di bawah sana.

Ketika dia memegang kemaluanku, dia tertawa kecil dan berkata, “dedek nakal. Dedek sekarang udah gede. Dulu cece juga pernah mandiin dedek waktu dedek masih bayi. Hehehe. Cuma masih dibantu ama mama. Sekarang cece sendiri yang mandiin dedek. Sini sayang. Cece cium dulu” katanya sambil meledek dan mencium pipiku.

“Dedek Gak usah malu ya sayang. Dedek kan laki laki. Wajar saja lah kalau itunya berdiri” kata kakakku dengan lembut sambil tersenyum.

“Yeh. Cece mah. Dedek malu. Eh cece sebagai wanita emang gak terangsang gitu ce? Hehehe” tanyaku penasaran.

“Hmmm tergantung sih dek. Cece mah bisa aja kalau mau. Kita wanita tuh lebih suka dirangsang secara psychology. Dengan kata kata manis dan pujian. Rangsangan fisik mah juga penting. Tapi kita wanita menggunakan perasaan. Cece gak mungkin tertarik kalau disuruh bercinta dengan orang yang cece gak sayang. Gak akan sekalipun ganteng kayak orang orang korea di film drama itu. Kenapa? Karena cece gak ada perasaan cinta. Beda dengan dedek. Cece ada perasaan cinta dan sayang. Cece bisa saja terangsang. Heheh” jelasnya dengan panjang lebar sambil tersenyum manis.

“Ce. Hmmm….” aku tak melanjutkan kata kataku dan langsung membenamkan wajahku di dadanya. Kakakku langsung membelai rambut dan kepala ku dengan lembut. Wajahku juga dibelai oleh nya dan akhirnya kami berdua berciuman dengan lembut dan mesra.

Kedua tangannya memegang wajahku dan aku memeluk punggungnya sampai dengan tak sengaja aku melepaskan tanduknya. Kakakku mungkin tahu tapi dia tampak tak peduli. Sebagai adik yang baik (hallah. Pantat ayam dasar. Baik palelogede), aku mengambil handuk itu dan menutup tubuhnya lagi.

Dia tersenyum senang saat aku menutupi tubuhnya. Mukanya terlihat sangat riang gembira. Kakakku berkata kalau dia sangat senang dengan sikapku yang sangat gentleman dan sopan.

Dia mencium bibirku dan memeluk dan berbisik, “Dedek. Dedek orang yang pantas untuk melihat tubuh cece. Cece tadi sangat senang dengan sikap dedek. Cece kagum dan salut. 99.9% tidak akan ada laki laki seperti dedek di dunia ini. Cece makin sayang sama dedek”.

Air mata kakakku menetes dan mulai menangis terharu. Aku tidak menduga akan mendapatkan respon seperti ini dari kakakku. Tentunya aku sangat senang. Dia pun meletakan kepalanya di atas dadaku dan aku membelai rambutnya dan mencium kepalanya.

Tak lama kemudian, dia berkata untuk segera mandi alias bilas karena terlalu lama di bathtub tidak bagus untuk kesehatan. Sebelum dia berdiri, dia melepaskan lilitan handuknya dan memegang kedua tanganku untuk berdiri.

Kami berdua berdiri dan aku… melihat seluruh tubuh kakakku yang telanjang bulat. Dia tersenyum malu sambil menundukkan kepalanya. Sesekali dia melihatku dan menunduk lagi.

Muka cantik dan tubuh indah ditambah kulit putih mulus dikali Payudaranya sangat sempurna. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Perut nya sangar rata, rambut kemaluannya hanya ada sedikit dan rapih.

“Dek. Sekarang dedek gak penasaran lagi kan? Hehehe. Cece gak gendut kan dek?” Katanya malu malu dan masih menunduk tak berani menatap mukaku. Aku gemetar tak berani menjawab.

“Dek. Jawab dong dek. Hehe.” Kata kakakku manja. Dia juga melihat kemaluanku yang sudah membesar. Dia mencolek kemaluanku dan berkata kalau aku sudah terangsang berat.

“Ce… cece gak salah? Telanjang di depan dedek. Dedek laki laki loh ce.” Kataku gugup.

“Iya cece tauk. Dedek gak denger tadi cece ngomong apa? Hehhe. Cuma dedek yang pantas melihat tubuh cece.” Kata dia sambil tersenyum dan sudah berani menatapku dengan tatapan juga senyuman nya yang menggoda.

“B.. badan cece sempurna. Seperti bidadari. A… aku…eeeeee ” aku tak dapat berkata apa apa karena terbius heroin eh kecantikan kakakku dan tubuhnya yang indah itu. Dia langsung memegang tanganku dan keluar dari bathtub menggandeng tanganku.

Kami berdua akhirnya jalan bersama ke tempat shower dan mandi bersama sambil berciuman. Aku belum berani menyentuh tubuh kakakku sampai tangannya memegang tangaku dan mengarahkannya ke payudaranya.

Aku hampir berteriak tapi gak jadi. Dia tertawa dan berkata untuk tetap tenang serta meyakinkanku kalau semuanya akan baik baik saja. Tentunya sebagai lelaki, aku juga tak dapat menahan rasa birahi ini dan tanganku mulai bergerak memainkan payudara kakakku dan memutar mutar puting susunya yang berwarna pink.

Tubuh semacam ini terlalu indah untuk ada di dunia nyata yang fana ini. Lebih cocok di hentai atau fantasi tapi yang aku lihat dan pegang ini nyata. Asli nyata bukan mimpi dan khayalan belaka (kecuali cerita ini). Dia tersenyum saat aku memainkan payudaranya dan bertanya apakah aku menikmatinya atau tidak. Tentu saja aku jawab kalau aku suka dan sangat senang seraya tak percaya dengan apa yang aku lihat dan rasakan.

Patricia, kakakku yang cantik ini kemudian membilas semua tubuhku sampai bersih. Aku juga melakukan hal yang sama alias menyentuh semua tubuh nya termasuk bagian private nya itu. Saat Aku menyentuh bagian itu, dia mulai mendesah dan aku tak peduli dan tetap membersihkan bagian itu sampai aku rasa bersih.

Kakakku memasang muka cemberut manja. “Deeeek.. jadi orang jangan nanggung nanggung kayak tadi napa.. hieeeee ” kata kakakku manja. Aku menjawab, “ya maaf kak. A.. aku tadi ragu. Takut… kelepasan…”.

“Ooh… kirain. Heheh. Habis enak dek. Makasih dek. Badan cece jadi bersih sekarang. Hehehe.. ” kata kakakku sambil tersenyum. Kamipun keluar dari kamar mandi dan berpakaian. Kami belum mengantuk jadi kami lanjut ngobrol 1001 omong kosong sampai kami berdua tidur.

Sejak kejadian Itu, kami selalu mandi berdua sampai kami kembali ke rumah. Tak jarang kami berdua kadang tidur telanjang. Kakakku kini mulai memakai lingerie tanpa bra tapi memakai kimono tiap kali tidur.

Saat pembagian rapor pun tiba dan kakakku mewakili orang tua kami yang tak ada di tempat, alhasil dia datang ke sekolahku bersamaku. Semua mata memandang kami berdua. Para siswi di sana langsung menghampiri kakakku.

“Ce. Si Lawrence gimana kalau di rumah? Dia cool banget loh. Pendiam tapi pintar dan jago olah raga sama musik.” Tanya Karen, teman sekelas ku. Dia memang selalu setia menempel ku seperti t4ik keinjek aja. Cantik kagak. Bawel iya. Sial emang.

“Dia emang pendiam tapi kalau sakit, kayak anak kecil. Suka bermanja manja sama cece nya. Hehehe. Tapi dia anak baik. Sayang banget sama cece. Cece ya juga sayang banget sama dia. Hehe” kata kakakku yang didengarkan semua siswi sekelas ku. Mereka semua tertawa melihatku dan aku langsung merangkul kakakku dari belakang, sontak mereka semua kaget tak percaya kalau kami bertingkah layaknya kekasih.

“Wajar dong bermanja manja sama cece. Dia juga kadang bermanja manja sama gua. Hehehe” kataku sambil mencium pipi kakakku. Semua siswi kaget dengan apa yang aku baru perbuat dan mata mereka melotot semua. Kakakku cuma tersenyum saja dan membelai mukaku.

Tiap kali kakakku bicara, semua siswi mendengarkannya dengan penuh penghayatan seperti kakakku seolah sedang berkotbah. Mereka semua ingin sekali mengetahui semua hal tentang aku. Kakakku juga bercerita kalau kamu suka bermain piano berdua dan kadang salah satu dari kami bermain gitar kolaborasi dengan piano. Iya seperti Francis goya dan Richard clayderman.

Salah satu dari mereka yang kebetulan menjadi panitia acara perpisahan nanti meminta aku dan kakakku bermain musik bersama. Kami belum mau berjanji untuk tampil atau tidak. Tak lama kemudian, kakakku mengajakku makan siang.

Kami berdua pergi sampai beberapa detik kemudian, kakakku menggandeng tanganku. Semua siswi di sana berteriak “so sweet”. Kami berdua menengok ke belakang kemudian saling tersenyum dan melanjutkan perjalanan kami.

Saat malam perpisahan, banyak siswa siswi mencari pasangan nanti. Aku? Ya emang gak ada pacar tapi aku tidak ada masalah dengan itu. Kakakku ikut mengantarkan aku ke sekolahku. Kami berdua memutuskan untuk tampil di acara perpisahan itu dengan memainkan 2 lagu.

Pertama, kami berdua bermain dengan 1 piano dan setelah itu aku bermain gitar dan kakakku bermain piano. Saat kami tampil, semua orang bertepuk tangan dan terpukau dengan penampilan kami berdua.

Setelah kami selesai dengan penampilan kami, kami berdua langsung pulang dan tak pernah kembali lagi ke sekolah itu alias itu adalah terakhir kalinya aku menginjakan kaki di sana meski acara belum selesai tapi aku tak peduli. Tak banyak kenangan menarik di sana. Aku dan kakakku memang kutu buku dan tidak pernah tertarik dengan kekonyolan remaja dari dulu.

Aku resmi lulus sma dengan hasil sensasional. Aku kini mau melanjutkan study ku di luar negri. Jerman adalah target utama. Aku tak masalah dengan belajar bahasa karena aku tipikal orang yang cepat belajar apapun termasuk bahasa.

Setelah lulus sma, aku memutuskan untuk break sejenak dari dunia pendidikan dan memilih untuk belajar bahasa German di tempat kursus bahasa. Ini juga saat di mana aku dan kakakku semakin banyak menghabiskan waktu bersama dan semakin akrab.

Dalam waktu dekat ini, kakakku juga sudah mendekati saat saat akhir kuliah nya. Dia akan segera diwisuda beberapa bulan lagi dan akan resmi menjadi dokter kandungan. Aku sementara waktu sibuk dengan olahraga dan belajar bahasa Jerman.

MisterSange – Ceceku Patricia dan Aku
Beberapa bulan kemudian, kakakku sudah diwisuda dan dia kini menyandang gelar dokter spesialis kandungan dan akan segera mengurus izin prakteknya. Orang tua kami… ya masih sibuk dengan urusan mereka. Saat ini kami berdua sedang “menganggur”.

Meski orang tua kami jarang di rumah, mereka tetap mengirimkan uang ke kami. Dengan uang yang ada ini, kami pakai untuk jalan jalan lagi dengan uang tabungan yang sudah lama kami simpan. Kakakku yang memikirkan tentang pendidikan aku, memutuskan untuk menemaniku pergi ke Jerman.

Frankfurt adalah kota di mana nanti aku akan mengambil jurusan arsitektur. Kami tiba di sana dan langsung beristirahat. Besoknya aku dan kakakku pergi ke universitas di sana dan bertanya banyak tentang kuliah. Setelah itu, kami berjalan jalan di kota itu untuk melihat kotanya yang besar dan megah.

Kamu tidak menghabiskan banyak waktu di sini karena tujuan kami bukan untuk melancong. Malam hari setelah kami menelusuri semua bagian kota, kami pulang ke hotel untuk beristirahat dan makan malam.

“Gimana Dek? Kotanya bagus. Kampusnya juga bagus dan salah satu terbaik di Jerman. Papa dan mama bisa bantu kamu kok untuk kuliah. Dedek tenang saja ya. Nanti kalau dedek dah kuliah, jangan lupa untuk terus menghubungi cece. Cece pasti kangen sama dedek. Sepi dek…” kata kakakku yang mulai menangis.

“Cece jangan Takut. Aku akan baik baik saja. Dedek gak akan kecewakan cece dan mama papa juga. Dedek akan sukses. Yakin deh ce.” Kataku sambil menyeka air mata nya dan menggenggam tangannya.

“Dek. Jangan nakal ya. Jangan salah bergaul. Jangan merokok dan minum alkohol. Jangan juga berjudi ya. Apalagi narkoba. Jangan ya dek. Janji ya?” Kata kakakku sambil memelas.

“Ce. Selama aku hidup, pernah gak aku bikin cece sedih dan kecewa?” Tanyaku kepadanya. Dia hanya menggelengkan kepalanya.

“Jelas saja. Sekolah pintar, gak pernah ada masalah dan cari masalah dengan orang lain. Jadi mengecewakan keluarga tuh di mana?” Tanyaku kepada kakakku.

“Ok deh. Cece bisa tenang. Kalau bisa dek. Dedek menetap di sini saja. Jadi warga negara sini dan kalau bisa cari isteri di sini aja. Hehehe ” kata kakakku yang sudah tidak menangis lagi.

“Gak semudah itu ce. Aku gak pernah bisa membayangkan diriku menikahi perempuan lain. Di hatiku cuma ada cece seorang. Aku gak bisa mencintai orang lain selain cece” kataku. Aku sendiri juga mulai sedih dan mau menangis.

“Ce. Ugh.. apa aku… gak usah kuliah di sini saja? Aku temenin cece aja dah. Lagian aku gak tenang juga kalau cece sendiran. Serem ce” kataku mulai menangis.

“Gak dek. Gak. Cece akan sangat marah dan kecewa kalau dedek begitu. Kalau dedek sayang sama cece, dedek harus kuliah dan sukses. Cece akan baik baik saja. Cece bahkan Dari tadi berpikir untuk pindah ke sini juga.” Kata nya.

Aku sangat terkejut saat mendengar kata kakakku tadi. “Hah??? Cece mau ikut aku? Lah yang jaga rumah siapa?” Kataku.

“Ah mama papa jarang di rumah. Biarkan saja mereka. Paling tinggal suruh siapa kek yang jaga. Kalau gak suruh Tommy saja. Dia kan nanti mau kuliah di kota. Nah, suruh dia nginap di sana aja.” Kata kakakku.

“Hmmm… nanti kita bahas lagi aja ce. Sementara waktu Aku belajar bahasa Jerman dulu agar semakin fasih. Jadi sampai sini gak usah belajar bahasa lagi. Langsung kuliah. Aku penasaran. Aku mau tahu sedalam apa ilmu aku. Kalaupun cece mau ikut Aku, baik. Aku dengan senang hati jaga cece di sini. Nanti kita berdua belajar bahasa ini bersama sama ce” Kataku dengan semangat

“Nah gitu dong. Itu baru dedek. My sweet little brother. I love u” katanya sambil mencium kedua pipiku. Aku juga mencium bibir kakakku dengan mesra dan kemudian meraih kedua tangannya dan berputar putar seperti Jack dan rose di film titanium eh salah titanic.

Kami berdua kemudian berciuman lagi dengan mesra. Bibir dengan bibir saling beradu dan aku menggendong kakakku ke atas ranjang membaringkan tubuhnya. Kedua matanya menatapku dengan pandangan merayu dan menggoda. Aku pun menjawabnya dengan mencium bibirnya.

Kedua tangannya langsung merangkul leherku dan dia menutup kedua matanya sambil berciuman dengan penuh penghayatan. Aku pun menghentikan ciuman itu dan menggendong kakakku ke sofa dan meletakkannya di pangkuan ku. Kedua tangan nya tak pernah melepaskan leherku dan bibirnya juga setia bersamaku. Dia sangat nyaman saat berada di pangkuanku.

Kami kemudian menghentikan ciuman kami dan saling menatap serta tersenyum. Dengan manja dia berkata kalau rasanya sangat berat baginya untuk menjalani hidup tanpa diriku di sampingnya. Aku pun berkata kalau aku akan senantiasa di sampingnya setiap saat.

Aku membelai dan melepaskan ikat rambutnya sehingga rambutnya tergerai dengan indah. Dia kemudian mengajakku mandi bersama lagi. Dengan senang hati aku membawanya ke kamar mandi untuk mandi bersama.

Dia dengan hati hati membersihkan rambutku dan wajahku sambil tertawa. “Dedek. Lucu. Imut. Persis kayak waktu kecil pas cece mandiin. Heheh. Sekarang dedek dah gede. Masih cece mandiin. Hehehe.” Katanya sambil tertawa dan mencium bibirku setelah dia membersihkan wajahku.

Tak lama kemudian dia membersihkan pantat dan penisku sengan pelan dan teliti. Penisku yang sudah disunat itu kepalanya dipijat dan dimainkan sampai aku merasa geli. Dia tertawa dan berhenti memainkan penisku. Kakakku berkata kalau benda ini sekarang bukan cuma buat pipis aja, tapi bisa membuat nasib wanita berubah drastis.

Akupun tersenyum manja. Dia kemudian lanjut memandikan aku sampai bersih dan kini giliran aku memandikan dia. “Nah sekarang gantian dedek membersihkan cece. Membalas budi apa yang cece lakukan waktu itu. Hehehe. Sini ce. Dedek bersihin dulu punggungnya. Muter dong. Syuut syuut…” kataku sambil memutarkan jari telunjuk ku menyuruhnya berbalik.

Dia pun berbalik dan memperlihakan punggung nya yang indah, putih mulus. Aku dengan lembut dan pelan membersihkan punggungnya dan lehernya. Kemudian Aku membersihkan pantatnya dan vagina nya. Dia tertawa geli dan mulai loncat loncat.

Aku pun berhenti membersihkan bagian pantat dan vagina nya. Dia kemudian memutar tubuhnya dan berkata, “kok berhenti…? Nakal. Weeek…” kata kakakku agak cemberut dan kemudian tersenyum menggoda manja. Dia kemudian membalikan tubuhnya lagi dan aku tahu maksud kakakku.

Aku melanjutkan membersihkan pantat dan vagina nya dengan tangan kiriku dan tangan kananku memeluk tubuhnya dari belakang. Dia kemudian memutar kepalanya dan menciumi bibirku. Aku berhenti membersihkan vagina dan pantat nya dan kini sibuk berciuman dengan kakakku dengan mesra di bawah pancuran shower.

Setelah saling memandikan, kami keluar dan berpakaian. Kakakku menggunakan gaun malamnya yang berwarna putih, tanpa bra dan ditutupi kimono. Setelah dia mengeringkan rambutnya, dia berbaring di sampingku dan mencium pipiku.

Akupun membalasnya dengan mencium pipinya dan bibirnya. “Dek. Kalau nanti cece ikut dedek, kita sewa apartement studio saja dek. Gimana Dek? Nanti cece bangun pagi, memasak buat dedek. Pas dedek masih bobo, bisa langsung bangun mencium masakan cece. Hehehe” kata kakakku.

“Aku sih gak masalah ce. Tapi apa muat untuk barang kita berdua? Mending kita sewa apartement 2 kamar saja ce. Menurut cece gmn?” Tanyaku kepada dia.

“Hmm. Benar juga katamu dek. Coba besok kita lihat lihat apartment yuk sekalian kita jalan jalan di taman bunga. Ada taman bunga yang bagus di sana. Cece suka bunga. Besok kita ke sana ya” kata kakakku dengan semangat.

“Pasti ce. Asal cece senang. Aku senang. Hehehe. Lagian bahasa Jerman aku dah lumayan kan? Belum 1 tahun belajar nih. Hehe” kataku.

“Iya. Dedek cepat belajar banyak hal baru termasuk bahasa. Oh iya dek. Cece juga harus belajar bahasa Jerman. 2 tahun deh paling lama, cece dah pasti fasih. Hehehe” kata kakakku seolah menantangku.

“Boleh. Coba aja aja ce. Hehehe. Ce. Bobok yuk. Dah malam.” Kataku.

“Yuk dek bobo. Mau cece nyanyi lagi gak de? Biar dedek bobok nya cepet. Hehe” kata kakakku.

“Pastinya ce. Gimana gak nyenyak bobonya kalau ada suara bidadari” kataku sambil tersenyum.

Dia kemudian memelukku dan membenamkan wajahku di dadanya dan membelai rambutku serta mulai bernyanyi dengan lembut. Dalam hitungan detik saja… Aku tidur….

Besok paginya kami bangun dan langsung melihat lihat apartement di pusat kota dan dekat dengan kampus nanti. Setelah melanglang buana ke sana sini, kami akhirnya menemukan yang kami rasa nyaman dan cocok. Lokasi nya juga tidak begitu jauh dari kampus ku tapi ya kami belum membuat deal dsb. Berharap saja semoga masih ada tempat kosong nanti di sana.

Setelah itu kami kemudian makan siang dan beristirahat sejenak sebelum menuju ke taman bunga. Setelah beristirahat, kami menuju taman bunga. Sungguh mati. Tempat itu sangat indah seperti surga.

Kami berdua berjalan dan bergandengan tangan. Aku memetik sekuntum bunga mawar dan meletakkannya di telinga kakakku seraya berkata, “ini untuk cece tersayang. Perempuan paling cantik dan baik yang pernah kumiliki dalam hidupku.”

Dia tersenyum mesra dan merangkul leherku. Kamipun berciuman dengan mesra sambil berpelukan. Kami berfoto berdua dan meng upload foto foto kami di media sosial. Banyak yang memuji kecantikan kakakku dan tak sedikit teman teman perempuan kakakku yang berkata kalau aku sangat tampan.

Setelah menghabiskan waktu di sana, kami pulang dan beristirahat. Besok kami segera pulang ke rumah, jadi malam ini adalah malam terakhir kami di Jerman. Kami berbincang bincang sebelum mandi.

“Ce. Kayaknya negara ini tempat yang bagus. Aku akan betah di sini. Apalagi kalau ada cece bersamaku. Aku ingin segera memulai hidup baru di sini bersama cece.” Kataku dengan semangat.

“Iya Dek. Cece akan segera mengurus surat surat dan semua dokumen yang dibutuhkan. Tapi dedek nanti kangen gak dengan temen temen dedek?” Tanya kakakku.

“Peduli amat. Teman seperti uang di dompet kita ce. Mereka datang dan pergi. Mereka yang pergi belum tentu kembali dan nanti akan ada yang baru dan datang menggantikan mereka yang pergi. Itulah hidup ce. Tak ada yang abadi kecuali cece yang selalu abadi di hatiku.” Kataku..

Kakakku terharu dan sangat kagum dengan perkataan dan caraku berpikir yang jauh sangat dewasa untuk pemuda seusiaku. Dia kemudian mendekatiku dan menciumi bibirku dengan mesra.

“Cece belum pernah bertemu dengan laki kali seperti dedek. Kalau saja kita tak sedarah, cece mau menikah sama kamu dek.” Kata kakakku yang menatap mataku dengan dalam dan mesra.

“Aku juga begitu ce. Cintaku ke cece tak akan bisa tergantikan oleh siapapun.” Kataku sambil mendekatkan wajahku dan mencium bibirnya dengan lembut dan mesra. Di malam yang dingin itu, aku dapat merasakan kehangatan yang luar biasa dari kakakku.

Aku menghentikan ciumanku. Jujur saja. Aku sangat menikmati apa yang kulakukan tadi tapi aku masih menjaga sikap dan harus bisa menahan diri. Dia kakakku. Aku harus melindunginya. Kami berdua kemudian tertidur sambil berpegangan tangan.

Besok paginya kami bersiap siap untuk pulang. Setelah melewati ber jam jam di dalam pesawat, kami pulang ke rumah dan membereskan barang barang kami. Tak lama setelah kemudian, kami beristirahat.

Besoknya kakakku segera mengurus surat surat yang diperlukan untuk pindah ke Jerman sana. Proses memakan banyak waktu dan uang juga. Dia sendiri mulai belajar bahasa Jerman bersamaku.

Suatu malam, kakakku mengajakku keluar. Di dekat rumah kami ada lapangan kosong. Dia ingin melihat bintang bintang di malam hari. Dulu waktu kami kecil, kami senang pergi ke sana untuk melihat pemandangan langit di malam hari.

“Dek. Jalan jalan ke lapangan yuk dek. Lihat bintang. Bosan di rumah mulu. Yuk temenin cece.” Katanya sambil menggenggam tanganku.

“Ayuk ce. Dah lama gak lihat. Kangen juga masa Masa itu” kataku dengan semangat.

Akhirnya kami berdua berjalan ke lapangan kosong itu. Lapangan ini tidak jelas siapa yang punya dan hanya dibersihkan apa adanya tapi tetap rapih tak ada ilalang. Kami sudah di lapangan dan duduk berdampingan di atas rerumputan sambil memandangi bintang. Kakakku menyandarkan kepalanya di bahuku dengan senyum.

“Dek. Nanti kalau ada bintang jatuh, cece dulu yang nunjuk ya… nanti kalau ada lagi.. baru dedek ya… ok?” Katanya sambil tersenyum manja.

“Beres ce. Asal cece seneng dah. Hehehhe.” Kataku.

Sebuah bintang jatuh turun dan Patricia menggenggam tangannya seperti orang berdoa. “Aku ingin aku dan adikku selalu bersama selamanya dan saling mencintai.”

Kami bersanding bertatapan dan tersenyum. Dia mendekatkan wajahnya ke arahku dan kami pun berciuman mesra lagi. Setelah kami berciuman, Aku menyuruh kakakku duduk di pangkuan ku dan beberapa saat kemudian… sebuah bintang jatuh lagi.

“Aku mau aku dan kakakku selalu bersama selamanya, saling mencintai dan tak akan terpisahkan.” Kataku. Patricia langsung memelukku dengan manja dan mulai menangis.

“Malam ini rasanya indah banget dek. Sunyi tapi hati damai. Dingin tapi rasanya hangat karena ada dedek di samping cece. Dek. I love you.” Kata kakakku.

“I love you too, ce” kataku sambil memeluknya dengan erat dan mesra. Aku pun memgecup dahi nya dengan lembut dan mesra. Aku tak bisa membayangkan kalau kakakku tidak ada di sampingku. Rasanya seperti makhluk hidup tanpa kehidupan.

“Ce. Rasa sayangku ke cece lebih dalam dari lautan. Rasanya Aku gak bisa mencintai wanita lain selain cece seorang.” Kataku sambil menatap matanya dengan dalam dan berbinar binar.

“Cece juga sangat sayang sama dedek. Rasanya berat kalau cece harus hidup tanpa ada dedek di samping cece.” Kata kakakku yang masih menangis. Aku terus memeluknya dan menciumnya.

Di lapangan tak ada siapapun yang lewat karena di malam hari, hampir tidak pernah ada orang. Tempat ini bisa dibilang terbengkalai” dan para penghuni setempat tidak peduli lagi dengan lapangan ini. Dahulu sekali, aku ingat aku dan kakakku berlari lari di sini pada malam hari dan bermain layangan.

Setelah kakakku berhenti menangis, aku mau ke rumah sebentar mengambil layangan yang masih aku simpan di tempat yang aman. Tak lama kemudian aku kembali membawa layanganku yang masih utuh dan sehat.

Aku dan kakakku berlali lari di lapangan kosong itu sambil bermain layangan di malam hari bersinarkan terang bintang dan bulan. Layaknya anak anak. Kami berdua tertawa, kejar kejaran dan sampai berguling guling di atas rerumputan itu.

Terbawa suasana, kamipun berciuman kembali sambil bergulingan di atas rumput. Perasaanku sangat kacau balau. Terharu, cinta, nafsu, kenangan dan apapun itu berada di benakku membuatku tak bisa berpikir jernih.

Kami menghentikan ciuman kami kembali main kerjar kejaran seperti tadi. “Dek. Yuk pulang. Dah malam. Hahaha. Rasanya seru nya.. kembali ke masa lalu” katanya.

“Iya ce. Seru. Yuk pulang ce” kataku sambil menggenggam tangannya dan berjalan menuju rumah. Kami mandi lagi karena kotor. Jelas saja. Guling guling di rerumputan. Malam itu, karena terbawa suasana, kami berciuman kembali dan lebih menggila dari sebelumnya.

Tanganku sudah bergerilya di dadanya. Desahan darinya semakin kencang. Aku pun semakin bergairah dan dengan segera membuka gaun malamnya sehingga aku bisa melihat jelas kedua payudaranya yang indah itu.

Aku pun mulai menghisapnya dengan lembut dan pelan. Dia menggelinjang karena geli dan kedua tangannya memegang kepalaku seolah dia tak mau melepaskan aku. Aku pun turun ke perutnya dan menciumnya seraya membayangkan kalau saja rahim itu diisi oleh ku.

Kakakku semakin mendesah dan gairahnya semakin memuncak. Aku mulai melepaskan celana dalamnya dan terlihat sudah kemaluan indah itu. Hanya sedikit rambut kemaluan yang tumbuh di daerah sana dan aku mulai mencoba mengecup vaginanya dan menjilatnya.

Dia berteriak dengan kencang. Aku memang belum pernah bercinta Dengan wanita tapi aku pernah menontom film porno juga. Wajar saja sebagai laki laki. Aku tahu titik nikmat yang disukai wanita di mana dan aku pun menemukannya.

Klitoris itu senantiasa kujilat dan aku mainkan dengan ujung lidah ku. Dia berteriak dengan kencang dan berteriak memanggilku. “Dek. Dedek… ohhhhh. Dek. Enak …. oh… ahhh. Sudah dek..” katanya sambil memelas.

Aku pun menghentikan kegiatanku dan kembali menciumi dirinya. Dia dengan kedua tangannya melepas celana dan celana dalamnya sehingga kami berdua sudah dalam keadaan telanjang.

Bibir kami kembali saling beradu dan lidah kami saling bermain. Tangannya sudah meremas remas kemaluanku. Dia kemudian membalikan tubuhku dan kembali menciumi bibirku dengan jauh lebih buas dari sebelumnya.

Kepalanya kini berbaring di atas dadaku yang bidang karena aku rajin olahraga. Dia terlihat sangat nyaman di sana dan mukai tertidur dengan lelap. Aku pun juga bingung dan galau serta takut. Aku jujur tak ingin melewati saat saat seperti ini tapi dia kakakku sendiri.

Kami terbangun di pagi hari dan kami berdua tersenyum malu dengan apa yang kami perbuat semalam. “Dek. Nakal ya semalam. Belajar dari mana hayoooo?” Kata kakakku dengan senyumnya yang nakal.

Aku jawab, “ya…. namanya lelaki ce. Mau gimana lagi? Hehehe…. ” kataku tersenyum malu.

“Awas kalau dedek coba coba ama perempuan lain ya…!” Kata kakakku mengancam dan tersenyum.

“Gak akan ce. Gak akan. Cece tenang aja. Cuma cece di hatiku. Aku sayang cece. selamanya.” Kataku sambil mengusap pipinya dan mencium bibirnya kembali.

Kamipun kemudian mandi bersama lagi. Kami semakin seperti suami istri daripada kakak adik. Kami tak malu lagi untuk bergandengan tangan ke manapun kami pergi.

Hari hari yang tidak jelas selain belajar bahasa dan olah raga bersama, kami berdua yang senang olah raga mau mencoba belajar muaythai. Selain untuk kesehatan dan karena sudah bosan di tempat gym yang isinya itu itu aja… ya udah coba aja yang 1 ini. Buat jaga jaga aja, bukan cari masalah loh…Dengan kegiatan baru ini, tubuh kami berdua semakin terbentuk dan terlihat lebih berotot.

Kumpulan Cerita Seks dan Cerita Dewasa
Suatu hari, kedua orang tua kami pulang. Kami berempat membahas tentang rencana kami di masa depan nantinya. Semua terlihat baik baik saja…. sampai…

I: ibu
A: ayah
P:
L:

I: Patricia. Nak. Kamu dah cukup dewasa untuk menikah. Kamu belum mau menikah? Mau mama carikan calon untukmu nak?

P: gak ma. Belum mau. Aku mau jadi dokter dulu

I: iya tau. Tapi bukan artinya gak menikah kan?

P: iya itu mah gak bisa janji. Siapa yang akan tahu?

A: kalau bisa sih menikah aja. Dokter mah nanti aja. Heheh

L: kata saya sih mending nanti aja dah. Menikah itu pilihan. Punya anak juga pilihan. Ini abad 21. Bukan jaman sebelum masehi. Jadi jangan terlalu jadi beban atau merasa ada kewajiban.

I: kamu ini tahu apa?! Kamu bukannya ambil jurusan ekonomi buat usaha papa kamu malah kamu jadi arsitek. Ngapain coba sih?!

P: sudahlah ma. Kalau dia mau nya begitu ya… mau gimana lagi?

A: kamu harusnya dengar omongan kami dari dulu. Terserah kamu lah. Paling nanti usaha papa kasih ke paman kamu saja. 50 50

L: terserah kalian. Kami bukan robot yang bisa kalian atur semena mena.

P: dek. Tahan dek. Sabar.

I: mama capek urus kalian. Gak mau nurut semua. Bikin orang kesal saja.

P: ya gini deh ma, pa. Terima kasih atas semuanya. Tapi kami kan sudah dewasa untuk menentukan jalan hidup kami sendiri.

A: selalu saja begini tiap kali kami pulang. Gak ada damai. Gak bisa sekali saja senang. Bikin hidup orang susah saja

P: lah itu kan pilihan kalian sendiri. Maksa aku nikah lah. Suruh dedek kuliah ekonomi lah. Kami anak loh. Manusia juga. Bukan hewan!

I: kakak adik sama saja. Gak ada bedanya. Susah diatur!!

L: suruh siapa ngatur? Sekarang lihat saja.. siapa yang susah sendiri?

A: *menghela nafas panjang* ya sudah lah. Papa minta maaf. Papa gak akan paksa kalian berdua lagi.

I: kita lihat saja nanti. Semoga kalian bisa berubah.

L: berubah jadi apa? Anjing? Supaya bisa kalian atur?

P: dek. Sudah dek. Sudah! Denger kata cece. Sudah. Tahan…

I: kenapa sih kalian gak bisa bikin orang senang?

P: emang kami es krim apa bisa bikin semua orang senang? Sekolah? Kami semua pintar dan selalu ranking 1. Kami hidup sehat. Gak ada ulah macam macam. Aku gak tidur dengan laki kali yang gak jelas. Dedek gak pernah bawa perempuan gak jelas masuk. Uang gak sembarang pakai. Semua jelas. Gak ada untuk omong kosong. Jalan jalan saja pakai uang tabungan sendiri. Gak ada melakukan tindakan ilegal dan kriminal. Apa kami harus mati biar kalian senang?

L: ce. Sabar ce. Sabar. Tahan ya.

A: sudah!!! Cukup!!! Ma… sudah lah. Mereka berhak menentukan jalan hidup mereka. Saya gak mau mereka seperti saya. Biar mereka mengejar impian mereka. Jangan kayak papa. Dulu papa juga mau jadi dokter tapi gak kesampaian.

P: *menangis* pa. Makasih pa. Hiks….

A: nak. Sayang. Papa sayang kalian semua. Pergilah dan kejar cita cita kalian. Soal perusahaan papa, tenang saja. Kalian akan tetap mendapatkan hak kalian. Papa jamin itu.

L: makasih ya pa. Makasih banyak.

I:….. baiklah.. mama ingin terbaik untuk kalian berdua, tapi *ikutan nangis aja dia* mama rasa harapan dan kenyataan tak selalu sejalan. Pergilah kalian mengejar cita cita kalian. Dan mama gak akan paksa kamu menikah lagi nak.

P: * makin menangis * Makasih ma. Aku sayang kalian semua.

A: sudah sudah. Pusing lihat opera sabun kayak gini. Nanti malam kita makan bersama ya… besok siang mama dan papa harus ke luar kota lagi.

Kamipun berempat pergi makan malam bersama. Semua berjalan baik baik saja dan selesai makan malam, kami pulang dan malam ini kami tidak tidur bersama. Aku tidur sendiri dan kakakku juga sama.

Rasanya aneh dan sangat hambar seperti sayur tanpa garam malam itu. Dingin dan sepi. Ingin rasanya aku menyusup ke kamar kakakku tapi aku tak mau kena masalah. Mungkin saja kakakku blm tidur.

Aku coba hubungi dia dan ternyata dia juga sama saja… merasa hampa dan aneh. Kami terus berkomunikasi sampai kami tidur melalui hp. Sebelum kami bangun, kedua orang tua kami sudah pergi ke airport menuju luar kota.

Meski kami berdua senantiasa mengalami konflik dengan kedua orang tua kami, mereka tetap orang tua kami dan kami selalu sayang mereka. Hal yang wajar rasanya konflik anak dan orang tua.

Kali ini kami sudah merdeka dalam artian tak ada beban lagi di dalam hati kami. Kami bebas memilih jalan hidup yang kami inginkan. Kakakku ternyata memutuskan untuk mengambil gelar s2 di bidang kedokteran.

Kami berdua sebenarnya memiliki banyak teman tapi kami lebih suka menyendiri dan fokus dengan studi dan cita cita kami. Teman hura hura tak jelas hanya jadi penghalang. Memang sangat disayangkan mengingat umur kami masih relatif muda tapi pilihan adalah pilihan. Hidup adalah pilihan.

Ya Kami memilih untuk menjalani hiduo kami tanpa peduli orang lain seolah mereka tidak pernah ada. Di mata dan hatiku hanya ada kakakku seoang saja. Aku menjalani hidupku dengan damai meski bisa dibilang monoton bagi beberapa orang tapi aku tak peduli.

Urusanmu adalah urusanmu. Urusanku adalah urusanku. Urus urusan masing masing. Dengan sikap seperti inilah kenapa saat sma banyak siswi yang tertarik padaku tapi ya.. Aku tidak tertarik dengan drama sma. Sekolah ya sekolah, tempat belajar, bukan biro jodoh.

Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Kami kemudian akan menghadapi ujian bahasa Jerman. Kami yang sudah merasa fasih ini tentu saja melewatinya dengan nilai gemilang dan nyaris sempurna.

Semua dokumentasi sudah siap. Akomodasi juga sudah beres. Yang perlu kami lakukan adalah tinggal bawa badan (dan pakaian) ke sana. Kami akan pergi ke sana dalam waktu 2 minggu. Sementara itu Tommy* , sepupu kami akan datang beberapa hari sebelum kami pergi.

(Tommy bukan karakter penting. Hanya figuran saja).

Dalam waktu tinggal 2 minggu ini, kami ingin manfaatkan dengan baik. Menghabiskan waktu bersama beberapa teman kami adalah salah 1 nya dan tak butuh banyak waktu buat mereka. 2 hari saja sudah cukup.

Dengan adanya kami berdua di rumah, kami bebas melakukan apapun yang kami mau. Mandi bersama sudah menjadi kewajiban kami. Tidur berdua sudah pasti. Saat kami menonton drama di kamar, kakakku terbawa suasana. Biasa.. wanita.

Dia menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku membelai rambutnya dan mencium kepalanya dengan mesra dan lembut. Tak lama kemudian, wajahnya menghadap ke arah ku dan tangannya memegang daguku memalingkan pandanganku ke arahnya.

Kami berciuman lagi dengan mesra. Aku bisa merasakan kelembutan tangannya di wajahku. Dia menutup matanya dan sangat menikmati ciumannya bersamaku. Bagiku, dia sudah seperti kekasih dan istriku, bukan hanya kakakku saja.

Dia menaikan Kedua kakinya di pangkuan ku dan aku sudah tau maksudnya. Dia minta digendong ke kamar dan dibaringkan di atas ranjang. Aku pun menggendong nya dan meletakan tubuhnya di atas ranjang. Kami pun melanjutkan ciuman kami yang tertunda tadi.

Kecupan demi kecupan beriringan dengan suara desahan kami berdua di kamar itu. Tak tahu sampai kapan hubungan terlarang ini akan berakhir atau mungkin sebaiknya tidak berakhir. Aku yang sudah terangsang akhirnya melepaskan pakaian kakakku yang hanya memakai kemeja ku berwarna putih yang ukurannya terlalu besar buatnya dan tidak memakai bra.

Dia juga tidak menggunakan celana selain celana dalam. Bukan hal yang sulit buatku untuk melepaskan pakaiannya dan celana dalamnya. Dengan tubuh yang sudah telanjang ini, aku semakin bernafsu dengan keindahan tubuh kakakku. Kakakku yang sudah telanjang ini kemudian melepaskan semua pakaianku.

Kami berdua sudah telanjang bulat. Kedua mata kami saling bertatapan dengan dalam dan penuh makna dan cinta. Kakakku kemudian tersenyum dan mulai merangkul leherku serta menciumi bibirku dengan penuh nafsu.

Aku juga yang sudah sangat bergairah ini ikut mencium nya dengan penuh nafsu dan kedua lidah kami sudah saling bertukar serangan. Kakakku kemudian menghentikan Ciumannya dan memegang wajahku dengan kedua tangannya seraya menatap kedua mataku dengan senyuman.

Aku pun tersenyum manja dan dia mengecup bibirku. Aku kemudian membenamkan wajahku ke payudara nya. Dia mulai mendesah dan tersenyum nakal. Tangan diriku meremas payudaranya dengan lembut. Dan mulutnya memainkan puting payudara 1 nya lagi yang berwarna pink itu.

Puting itu aku pijat pijat dan aku putar putar sehingga dia mulai tertawa geli tapi tawa itu hilang karena desahan langsung menyusulnya. Aku sangat senang memainkan puting susunya yang sudah mengeras itu. Tak lama kemudian aku mulai menyedot dadanya.

Dia bertindak layaknya seorang ibu yang sedang memberi asi ke anaknya. Dengan sabar dan lembut dia membelai kepalaku dan punggungku seolah dia mempersilahkan aku melakukan apapun yang aku mau dengan payudara nya yang indah itu. Setelah selesai memainkan payudaranya, aku kemudian mencium kedua payudara indah itu sebagai ucapan terima kasih.

Aku kemudian turun ke perutnya dan menciumi pusarnya. Sungguh tubuh nya indah layaknya foto model. Perutnya rata dan kencang. Dengan iseng kujilat pusar itu dan dia mulai tertawa geli. Aku juga tertawa dan langsung turun ke vaginanya.

Aku sudah tahu mana yang harus aku tuju. Klitoris itu aku mainkan dengan lidahku. Kakakku langsung berteriak. “Ahhhh ahhh enak dek. Ahhh ohh ooooh enak… ahhhh geli dek…. ooohhh sayang…. ahhhhh dedek…. ooohhhhh… I love you dek”

Semua permukaan vagina nya aku sikat dengan lidahku berkali kali. Dia tak bisa membuka matanya karena nikmat yang dia dapat dari permainan lidahku. Air mata nya sampai keluar membasahi wajahnya yang cantik. Aku kemudian menciumi wajah cantik itu dengan nafsu.

Kedua tangannya kembali merangkul leherku kembali dan dia malah membalikan tubuhku sehingga dia kini berada di atas tubuhku. Dengan nafsu binatangnya, dia melumat bibirku sampai tak membiarkan aku bernafas.

Dia juga kemudian turun menjilati dadaku dan perutku yang berotot itu. Yang kutunggu atau ditakuti olehku akhirnya tiba. Penisku mulai dipegang oleh tangan kakakku. Dia menatapku dengan senyum nakal dan mulai mengusap usap batang kemaluanku dengan nakal.

Penisku kemudian dikocok kocok dengan pelan. Sungguh Aku gemetar dengan kelembutan tangannya yang menyentuh penisku. Belum lagi ditambah senyum manja dan nakal nya yang menggoda iman itu membuatku hampir saja pingsan.

Dia seolah sedang menggoda diriku dengan mengocok penis ku sambil tersenyum menggoda dan sesekali tertawa. “Kenapa Dek? Dari tadi mendesah mulu? putri77.com Ada yang mau dikeluarkan ya? Hehhe. Punya dedek gede. Cece cium ya. Kasih cupang juga. Biar jadi tanda kalau burung ini punya cece. Jadi dedek gak bisa macam macam nanti. Hehehe” kata kakakku dengan nakalnya.

“Ce… emang cece… Udah pernah… be..begituan?” Tanyaku dengan penuh rasa gugup dan takut.

“Gak lah dek. Cece juga sama kayak dedek. Pernah nonton juga. Belum lagi cece dokter. Melihat ini mah dah gak aneh lagi” katanya dengan santai dan tersenyum.

Dia dengan setia mengocok dan memainkan penisku. Senyumnya tak pernah hilang dari wajahnya seolah penisku itu adalah mainan barunya yang menarik. Dengan pelan tangannya yang lembut naik turun memijat penisku dan mengurut nya.

Aku tak berhenti mendesah karena rasa nikmat. Penisku dimainkan oleh perempuan yang paling aku cintai dan dia sedang dalam keadaan telanjang bulat. Matanya senantiasa menatap penisku dengan senyuman yang manis menghiasi wajah cantiknya.

“Ce. . Enak… asik ce… uhhhhh… ce… jangan kelamaan…. uhhh.. dedek…. ter….siksa…. ce…. uhhh” kataku sembari memohon.

“Biar aja. Heheh. Ini kan mainan baru cece sekarang. Cece yang punya burung ini. Bukan dedek. Hihihi. Dedek kasihan ya. Pasti merana… ada yang mau dikeluarkan tapi gak bisa. Hehehe” kata kakakku dengan tawa devil nya itu.

“Ce… Aku mohon… ce… enak… dedek… mo…hon… ke…luar…in….” pintaku kepadanya.

“Hmmm… keluarin gak ya…. hmm…. kasih gak ya…hehehe… lihat nanti ya dedek sayang. Nah sementara dedek sini. Cece pangku dulu. Dedek kalau mau nenen ama cece juga boleh.” Katanya meledek.

Dia melepaskan tangannya dari penisku dan aku merangkak ke arahnya untuk duduk di atas pangkuan nya. Tangan kirinya menahan punggungku dan tangan kanannya masih memainkan penisku.

Dia kemudian berbisik, ” maaf ya dek. Tadi cece dah usil. Sini cece bantu keluarkan. Sabar ya dedek sayang.” Katanya dengan lembut dan mengecup bibirku.

Aku sudah mulai menangis karena terharu dan tahu kalau penderitaanku akan berakhir. “Dedek. Kalau dedek dah mau keluar, ngomong ya… cece dah siapin tissue. Biar nanti gak belepotan ke mana mana. Hehehe” katanya dengan senyum.

Dia kemudian menyodorkan payudaranya ke wajahku. Aku kemudian menghisap puting susu nya dan memainkan lidahku. Dia mulai mendesah tapi dia lebih fokus memberikan aku kepuasan. Kocokan nya yang tadi lambat kini mulai menjadi lebih cepat dan semakin cepat.

Aku akhirnya melepaskan payudaranya dari mulutnya dan mulai mendesah. Kakakku yang tau aku akan mendapatkan orgasme mulai memelukku dengan erat.

“Dek… tahan dek… tahan dedekku sayang… cece peluk sini sayang….” Katanya sambil berbisik. “Aargh ahhhhh.. ce…cece…. ahhh…I love you… “…

Aku pun mendapatkan orgasme ku dengan bantuan tangan kakakku yang lembut. Dia memeluk ku dengan sangat erat dan kemudian dia membersihkan semua spermaku dengan tissue.

Kakakku memelukku di pangkuan nya sampai aku merasa lebih nyaman dan kemudian pelukan itu pelan pelan dilepas. Tubuhku diturunkan di atas ranjang dalam posisi terlentang. Dia menatapku dengan lembut dan penuh rasa sayang.

Tak lama kemudian, dia mengecup bibirku dan membelai wajahku. Entah kenapa dia menangis. “Cece kenapa nangis?” Tanyaku.

“Cece senang aja lihat dedek tadi kayaknya senang bener” kata nya.

“Dedek. Lusa Tommy datang loh. Nah besok malam cece mau siapin kejutan buat dedek. Hehehe” kata kakakku.

“Kejutan apa ce?” Tanyaku

“Kejutan ya kejutan. Make tanya… Heheh” katanya.

“Dedek. Yuk ke kamar mandi. Kita mandi bareng lagi. Yuk dek.” Ajak kakakku sambil mengulurkan tangannya.

Kamipun mandi bersama lagi di bawah pancuran air hangat dan melanjutkan ciuman kami lagi. Bagiku, yang tadi terjadi itu… seperti mimpi menjadi nyata. Rasanya nikmat dan aneh juga takut. Iya takut. Entah kenapa tapi aku menikmatinya .

Malamnya, kami kembali ngobrol sebelum tidur. “Gimana Dek? Asik kan tadi? Hehehe” tanya kakakku sambil tertawa iseng.

“Asik ce, cuma… ya gimana ya? Rasanya aneh saja sih ce” kataku.

“Nanti juga gak aneh lagi. Nyaman gak dipangku sama cece?” Tanya dia

“Nyaman ce. Apalagi pas cece peluk aku dengan erat.” Kataku malu.

Kami pun tertawa dan kembali tidur tanpa pakaian sama sekali. Besok hari, tidak banyak yang kami perbuat selain membereskan kamar khusus Tommy. Ya besok dia akan datang. Dia sih orangnya pendiam dan cukup tampan.

MisterSange – Kumpulan Cerita Sedarah Terlengkap
Sore harinya, aku sibuk menyapu halaman di luar dan kakakku sedang menyiapkan sesuatu di kamar. Dia bilang nanti malam akan ada kejutan. Aku sangat penasaran tapi itu akan terjawab sesaat lagi.

Malam hari, kami mandi bersama lagi dan kakakku dari sore tadi mengunci kamarnya. Kini dia menutup mataku dan menyuruhku masuk ke kamar dan saat mataku dibuka….wow…. wow…wow…

Kamar kakakku yang biasa aku tidur bersamanya setiap hari sudah dipermak olehnya menjadi kamar pengantin. Ada banyak kelopak bunga di atas ranjang itu. 5 lilin aromatherapy sudah dinyalakan. Lampu dibuat redup. Kami berdua masih memakai handuk dan kakakku langsung melepas handukku.

Dia yang masih memakai handuk menutupi tubuh indahnya naik ke atas ranjang dan mengulurkan tangannya mengajakku untuk berbaring bersamanya. Aku pun menerima uluran tangannya dan sekarang kami berdua sudah di atas ranjang.

“Dek. Sekarang dedek ama cece akan menikmati malam pertama kita. Kenangan sebelum kita ke luar negri. Tommy besok datang dan kita sudah tidak bisa bebas seperti biasanya. Jadi malam ini harus dimanfaatkan dengan baik” kata kakakku.

Kami berdua sudah berbaring di atas ranjang dan saling berhadapan juga berpegangan tangan layaknya serangan kekasih yang sedang bermesraan. Aku membelai wajah cantiknya dan dia mengusap pipiku.

Sungguh dia sangat cantik sekali malam ini layaknya bidadari. Aku mendekatkan wajahku untuk mengecup bibirnya dan disambut hangat olehnya. Dia pun membalas kecupan bibirku dan nafas kami semakin menderu seperti mesin pesawat.

Ciuman kami dipenuhi nafsu binatang dan mungkin ini adalah ciuman terpanas dan paling ganas serta buas yang pernah kami lakukan. Tubuh kami saling bergulingan di atas ranjang yang langsung berantakan karena nafsu binatang kami.

Payudara indah itu kini kuremas dengan kedua tanganku. Puting susu berwarna pink itu juga mulai aku mainkan sampai mengeras. Kakakku sudah mendesah dari tadi karena rangsangan yang aku berikan. Kedua payudara itu aku jilat puting nya dan dengan lidahku, puting itu aku mainkan dan aku colek.

Suara desahan surgawi itu begitu kencang terdengar dan sesekali dia berteriak.

“Ahhh..dek… ahhh… sayang.. sayangku…. enak…. sayang… ah… lagi…. terus… ahhhhhh…..ahhhhhhh… ohhhh.. dek… enak….” omongannya sudah mulai kacau tak terkendali.

“Ce… cece…dedek sayang banget sama cece..” kataku sambil berbisik di telinganya.

Aku sementara waktu masih ingin menikmati kedua gunung kembar itu. Terlalu disayangkan untuk dilewatkan begitu saja apalagi ini adalah saat saat yang sangat indah di kamar yang sudah dibuat sedemikian rupa layaknya kamar pengantin yang dalam waktu singkat akan menjadi saksi cinta terlarang kita.

Setelah kedua tanganku mulai pegal memainkan payudara kakakku, kepalaku langsung menuju vagina nya. Lidahku sudah siap menyapu bersih semua vagina nya yang masih perawan itu. Sesaat Aku melihat keindahanya vagina kakakku sebelum vagina itu menjadi tidak perawan lagi.

Tak lama kemudian, lidahku langsung menjilati vagina nya dari bawah sampai atas berkali kali. Kakakku berteriak kencang dan suara desahan dari nya memenuhi kamarnya. Klitoris nya kemudian kumainkan dengan jari jariku.

Dia, ntah sadar atau tidak, mulai meremas kedua payudaranya sendiri dengan kedua tangannya. Mulutnya selalu terbuka membentuk hutuf O.

“Ahhh… ohhhhh… ohhhhh… yes!!! Oh my God…. yes!!! Yes!!! Bagus… dek… ohhh. Dedek… dedek sayang. Cece.. oh… oh… suka…”

Aku tetap memainkan Klitoris kakakku dengan tempo yang semakin kencang dan teriakan dia semakin kacau. Akhirnya Aku menghentikan jari jari ku dan kembali berciuman dengannya sambil menggulingkan tubuhnya sehingga dia sekarang berada di atas tubuhku.

Kami kembali berciuman dan tampaknya dia tak mau menghabiskan banyak waktu untuk berciuman denganku. Mulutnya… ya mulutnya kini mulai menjilati kemaluanku dari bawah sampai atas. Entah apa yang kakakku pelajari di kampus sana tapi dia sangat tahu apa yang harus dilakukan.

Dengan pelan lidah nya menyusuri batang penisku dan lidahnya berputar putar di kepala penisku. Aku yang merasakan nikmat luar biasa langsung meremas bantal yang ada di dekatku. Aku pun mendesah dan sesekali berteriak.

Kakakku tampak puas dengan pekerjaannya dan dia kini mulai mengulum penisku. Semua batang penisku masuk ke dalam mulutnya. Kepala Kakakku naik turun dan menjilati kemaluanku di dalam mulutnya. Rasanya? Jangan ditanya. Nikmat bukan main.

Setelah dia menyiksaku dalam beberapa menit, dia kemudian kembali menciumi bibirku. Aku kemudian membalikkan tubuhnya sehingga aku sekarang berada di atas tubuh kakakku. Tangannya sudah memegang penisku dan siap diarahkan ke vagina nya.

Perasaanku?

Sedih ✅
Senang✅
Takut✅
Kagum✅
Tegang✅
Penasaran✅
Dan semuanya dicampur aduk.

Dengan pelan, penis yang sedang di bawah kekuasaan kakakku itu sedang digesek gesekan di vagina nya. Pelan pelan kepala penis itu masuk dan semakin dalam, tapi dia kemudian membuka kedua matanya dengan besar. “Nahhhhhhh yaaaaa… dah ngarep ya?? Nakal dedek ya…. hehehehe”

Sungguh aku hampir mati kena serangan jantung. Kagetnya tuh seperti…ketahuan orang tua nonton film porno atau… ketahuan nyontek sama kepala sekolah. Kalau sudah pernah ya… selamat menikmati dah.

Aku… kesal tapi… kok lega? Ya jelas aja.. dikira ena ena sama kakak kandung sendiri tuh… gak bakal kena kasus apa? Ya kalau gak ketahuan ya berlagak dodol aja.. kalau ketahuan? Suruh siapa bilang bilang? Penisku mendadak impoten dalam hitungan detik. Ya jelas saja. Siapa yang nggak?

Kesal… Aku peluk kakakku dan aku tipu kupingnya. Geli? Coba saja tanya istri masing masing sana. Jangan coba coba ke istri tetangga ya. Dia berteriak kencang sambil tertawa tapi tenaga ku jauh lebih kuat darinya dan dia tak bisa melawan dan berbuat banyak.

Setelah Aku puas, aku mencium bibirnya agar dia langsung “lupa” dengan geli yang dia rasakan. Mungkin teknik ini bisa dipakai oleh dokter bedah bila obat bius sudah habis. Siapa tahu kan? Coba aja sendiri. Setelah kami berhenti berciuman, kami saling menatap dan tertawa.

Kakakku merasa puas sudah mengerjai aku dan aku juga sudah puas membalas dendam ku dengan memperkosa telinganya. Lah gak ada pelanggaran hukum kan? Cuma ditiup. Orangnya masih perawan kok. :D. Kami berdua kemudian pergi ke kamar mandi untuk mandi bersama.

Saat sedang mandi bersama, aku senantiasa memasang muka serius karena Aku tak tahu apakah hidup kami nanti akan berubah? Apakah aku harus senang dan bangga? Atau apakah aku seharusnya malu? Ntah lah.. biarlah waktu yang menjawab.

“Dek. Tadi pas kita mandi bareng kok dedek kayaknya cemberut mulu? Ada yang salah dek? Apa dedek kecewa?” Tanya kakakku.

Aku berkata kalau apa yang kulakukan tadi sangat salah. “Ce. Maaf ce. Tadi dedek sudah terbawa nafsu. Tak sepantasnya kita berbuat hal hal seperti ini” kataku.

“Ah dedek mah. Dedek juga seneng aja tuh. Hehee. Santai saja dek.” Katanya sambil tertawa.

“Tapi ce. Aku jujur aja takut. Merasa bersalah” kataku sambil menunduk.

“Kalau dedek merasa bersalah, kenapa dedek maju terus aja dari kemarin kemarin? Itu maksudnya apa?! Jangan munafik. Kamu kira cece ini apaan? Jangan ngomong sayang kalau munafik!!” Kata kakakku mulai marah

“Habis. Dedek juga… senang tapi …”

“Tapi apa Dek! Ngomong yang jelas! Jangan kayak gt!”

“Ce… dedek tuh sebenarnya… sayang banget sama cece.. dedek juga ingin menikmati tubuh cece tp kita kakak adik. Ini kan terlarang ce… dedek mikir kalau… biarlah fantasi menjadi fantasi saja.. kalau jadi kenyataan malah menyakitkan” kataku mulai menangis..

“….. ok. Cece paham sekarang. Dek. Cece sendiri sih juga berpikiran sama dengan dedek. Cece dah tahu resiko ini semua. Tapi kalau dedek gak mau lagi… BUKAN BEGINI CARANYA!!!” Katanya sambil menangis dan berteriak.

“Ce… Aku gak ada maksud begitu ce.. tolong jangan salah paham.” Kataku sambil menyentuh tangannya.

“JANGAN PEGANG!” Katanya membentak.

“Ce. Aku senang banget bisa begini dekat. Dedek mengatakan ini karena dedek sayang banget sama cece. Bukan cuma mau macam macam.. dedek dah buat cece sedih. Kalau cece sedih karena dedek, mending… dedek mati aja dah.. dedek gak tahan lihat cece nangis…” kataku sambil menangis dan berlari keluar.

“Dek tunggu!!!” Kata kakakku mengejarku dari belakang menuju dapur. Aku sudah memegang pisau itu mau memotong nadiku.

“Dek jangan!!!” Katanya sambil memeluku dari belakang.

Dia menangis tersedu sedu. “Dek… jangan dek. Maaf dek tadi cece marah marah dek. Cece gak bermaksud seperti itu dek. Maafin cece ya dek” katanya sambil menangis dan membenamkan wajahnya di punggungku.

Tanganku sudah memegang pisau dan aku meletakkannya kembali. Aku pun berbalik dan memeluk kakakku. “Ce. Cece tenang. Dedek tadi emosi sesaat. Asal cece dah gak sedih lagi, dedek juga dah tenang ce.” Kataku sambil mencium dahinya.

“Dek. Lain kali tolong jangan begitu ya dek. Cece gak bisa hidup tanpa dedek. Kalaupun kita harus mati, kita harus berurutan dek. Kalau cece menguburkan tubuh dedek, cece dah gagal menjaga dedek.” Katanya kepadaku.

Perkataannya sangat menyakitkan. Kakakku benar. Eh ada sesuatu tak terduga. Dia kemudian menatapku dengan tajam dan menampar pipiku. Lucunya… setelah itu dia… malah mencium bibirku. Apaan coba dah nih orang. Dasar stress kayak robot konslet.

“Dek. Tadi sakit ya.. maaf ya dek. Tadi cece kesal aja… soalnya dedek nekad macam itu. Lain kali dedek gak boleh kayak gitu ya. Jangan bunuh diri. Kalau dedek sayang banget sama cece, dedek gak boleh nakal. Cece selalu sayang dedek. Cece tadi bentak bentak dedek. Cece juga minta maaf ya dek…” katanya sambil mengusap pipiku yang baru kena jurus telapak kasih sayang dewi venus.

Aku kembali mencium kakakku. “Ce. Dedek minta maaf. Tadi dedek cuma mau bilang saja apa yang dedek rasakan. Aku Sekarang merasa lega dan lebih nyaman. Aku selalu sayang cece. Aku juga senang berduaan terus sama cece. Anggap aja tadi dedek gak ngomong apa apa ce. Dedek sudah gak merasa takut lagi. Apa yang kita lakukan ini ya… memang salah tapi kita enjoy saja. Jadi ya peduli setan. Toh nanti di Jerman semuanya sudah bebas. Gak ada yang kenal kita. Cece tenang saja. Kita akan baik baik di sana ce.” Kataku sambil membelai rambutnya yang indah itu.

“Dek. Dedek harus menebus kesalahan dedek sekarang.” Katanya dengan tersenyum manja dan menggoda.

“Apa yang dedek harus perbuat ce?” Tanyaku.

“Gendong cece ke ranjang.” Katanya tersenyum dan merangkul leherku.

“Gampang ce. Dengan senang hati” jawabku sambil tersenyum.

Aku pun menggendong kakakku kembali ke kamarnya dan ke ranjang pengantin itu. Dengan lembut kubaringkan tubuhnya yang indah itu dan kukecup Bibir nya.

“Ce. Dedek Sekarang merasa sangat beruntung karena impian dedek selama ini menjadi nyata. Dedek akan selalu jaga cece selama dedek masih bernafas”. Kataku dengan lembut.

“Dek. Cece melakukan ini semua karena cece tahu dedek adalah orang yang layak dan pantas untuk mendapatkannya. Cece tidak pernah sekalipun menyesal. Cece senang dan sangat sayang sama dedek.” Katanya terharu sambil meneteskan air matanya.

Kamipun kembali berciuman dengan mesra. Aku kemudian berbaring di sampingnya dan memeluknya dengan erat membuat dinginnya malam menjadi begitu hangat dan indah.

“Ce. Besok Tommy datang jam 2 siang. Nanti dah ada dia mah gak bisa lagi berduaan deh ce” kataku.

“Perasaan ya Dek. Tadi ada orang yang ngomong kalau dia merasa bersalah. Siapa ya? Habis itu, dia lari ke dapur mau bunuh diri karena sudah membuat cecenya menangis…” ledek kakakku.

Kesal diledek. Aku tiup kuping nya dengan kekuatan angin puting susu, eh puting beliung. Dia berteriak. Wanita lemah di telinga, pria lemah di mana…. wanita berdandan .. pria menggombal. Sudah seperti itu jalannya. Kami kemudian tertawa tapi karena hal yang berbeda.

Aku tertawa karena senang melihat kakakku geli. Dia tertawa karena …. geli. Stress Emang. Aku kembali menatap matanya dengan dalam.

“Ini Dedek nakal pasti mau usil lagi. Lihat aja. Dasar dedek nakal. Hiya hiya. Kalau nakal bisa kena gigit cece nanti. Hehehehe.” Kata kakakku dengan senyum usilnya..

“Ce. Tadi cece kan sudah terangsang. Cece gak mau lanjut?” Tanya ku sambil menatap matanya dengan dalam dan menggoda.

“Hmmm….. lanjut gak yah? Hehehe.. kamu kan masih mendidih di bawah sana… hehe… tapi… ” katanya menggoda.

“Tapi apa ce? ” Tanyaku sambil tersenyum.

“Hmm… ya udah.. sini… telanjang… habis itu tiduran ya… make tangan. Hehehe.”, kata kakakku..

Aku? Ya mau gak mau dah. Daripada mendekam merana tuh sperma yang sebentar lagi akan terbuang sia sia di dunia fana ini. Aku pun melepas semua pakaianku sampai telanjang.

“Nah. Dedek kecilku sudah telanjang. Burungnya sudah tegang. Sini cece mainin dulu ya dek… Heheh… cok kocok kocok. Heheh. Dedek manis. Cium ya burungnya… muach” kata kakakku yang membuatku langsung terangsang dengan cepat.

Sial dia tidak telanjang. Ini sih kesenjangan sosial namanya. Gak ada toleransi nya nih. Hallah. “Duuh dedek sayang. Senang kan burung nya cece main mainkan? Hehehe. Pasti dedek mau lihat cece telanjang… eit. Gak boleh. Ehehhe… kok cece jadi ingin punya dedek baru ya? Hhehehe ” kata kakakku.

“Ce.. cece curang. Aku doang yang telanjang sih. Cece juga dong…” kataku memelas

“Hush. Anak anak banyak protest. Hehe. Pas dedek sakit aja… cece yang mandiin. Seneng pula dedek. Ehehhe” katanya meledek.

Tangan lembutnya mulai menyentuh penis ku dan memijat dengan lembut. Bagian kepalanya dipegang dan ditahan dengan tangan kiri sementara tangan kanannya mulai mengurut semua batang penisku. Aku mendesah dengan kencang karena rangsangan.

“Ih dedek berisik ah. Bentar ya.” Katanya.

Dia menyuruhku berbaring di pengakuannya. Pantatku diletakannya dj atas paha nya. Tangan kirinya menutup mulut ku dan tangan kanannya langsung mengocok penisku. Aku tetap mendesah tapi karena mulutnya ditutup oleh tangannya, tak banyak suara yang terdengar.

Kocokan itu sangat nikmat dan sebentar saja, aku mendapatkan orgasme ku. Cairan cairan sperma itu langsung dibersihkan oleh…….. mulutnya. Dia menjilati semua cairan sperma yang berantakan di tubuhku.

“Hmmm.. nikmat juga air mani kamu dek. Gini rasanya ya air mani perjaka. Hehehe. Cepet banget Dedek keluarnya. Dah terangsang berat ya?” Kata kakakku.

Aku yang kini berbaring terlentang di atas ranjang dalam keadaan berdaya malah mendapat kejutan maut dari kakakku. Dia mengambil baby oil dan mengoleskan cairan keparat itu di seluruh penisku dan mulai… mengelitiki kepala penis ku yang super sensitif saat itu.

“Ce…. ampun ce. Geli… ampun … jangan… geli… ampun ce… ampun… jangan. Stop ce… geli… aaaaaa ” aku berteriak meminta kakakku berhenti.

“Ini hukuman buat dedek nakal. Hehehe. Nakal ya… hehehe.. kena deh ama cece dikerjain. Tadi kuping cece ditiup. Hehehe. Balas dendam” katanya.

Dia akhirnya menghentikan kegilaannya. Aku akhirnya dibawa ke kamar mandi Dah dibersihkan oleh kakakku. Setelah aku dimandikan, aku berpakaian dan kami berdua kembali berbaring di ranjang.

“Dek. Kuping dedek mau cece bersihkan gak? Sini dek. Tiduran di paha cece. Cece bersihin. Heheh. Jangan ketiduran ya” katanya dengan senyum manisnya.

Aku merangkak mendekatinya dan langsung meletakan kepalaku di pangkuannya. Kakakku sudah menyiapkan cotton bud nya. Dengan pelan dia membersihkan telingaku dan sesekali meniup nya. Geli sih gak cuma ya agak geli aja. sesekali dia membelai rambutku.

Omongannya terbukti. Aku kemudian tertidur di pangkuannya. Dia kemudian membangunkan ku dengan lembut dan dibantu ciuman di bibir juga. Akupun terbangun dan tertidur lagi. Setelah dia membersihkan kupingku… dia tidak membangunkan ku lagi.

Aku kemudian terbangun disambut oleh senyumnya dan matanya yang lelah. “Eh ce. Aku… ketiduran ya? Maaf ce… ” kataku malu.

“Udah gak masalah dek. Nyaman kan di paha cece? Hehehe. Mau lanjut bobok lagi?” Tanya nya

“Nggak lah ce. Kasihan cece. Dah pegel. Kurang tidur juga. Maaf ce. Yuk ce. Kita bobok lagi” kataku sambil membaringkan kakakku yang sudah sangat lelah. Kami berdua pun tertidur lagi sampai besok pagi.

Besoknya, kami berdua langsung membereskan dan membersihkan kamar kakakku yang dia sulap menjadj kamar pengantin (Lagian cari penyakit aja). Tommy akan datang dalam waktu 2 jam kan kami tidak membuang waktu untuk omong kosong. 30 menit sudah cukup untuk membereskan kamar kakakku dan kami kemudian mandi berdua seperti biasa.

Kami setelah mandi, langsung memesan makanan. Pizza saja dah. Buat si satpam alias Tommy. Bentar lagi tuh orang datang. Umurnya hanya 17 tahun (tak ada adegan seks dengan Tommy. Dia hanya figuran iseng lewat. Sekali lagi! Tommy tidak terlibat dalam aktivitas seksual).

Pizza sudah datang dan 2 menit kemudian, sepupu kami yang ganteng ini datang. Mungkin aja supir taksi nya mengikuti si tukang pizza. Mana tau kan? Nah alhasil setelah Tommy masuk dan membereskan barang barang nya, kami makan bersama dan setelah makan, kami akan mengajak dia keliling kota. Ya maklum, dari luar kota.

Tommy biar anak berduit juga tetap rendah hati dan tidak sombong. Kami menghabiskan waktu dua hari untuknya agar dia terbiasa dan bisa mengenal tempat tempat makan dsb. Kami juga mengantarnya ke kampus baru dia untuk urusan ini itu dan.

Tommy sering kali keluar meenggunakan motor kakakku. Dasar bandit. Ngomong kek sama empu nya. Jadi kami berdua kadang menggunakan mobil atau kalau dekat ya… sepeda pun jadi

Waktu yang semakin dekat ini kami gunakan untuk belajar alias memperdalam bahasa Jerman kami dan ilmu beladiri alias kickboxing yang sebenarnya dipakai untuk kesehatan belaka, bukan untuk mencari nafkah apalagi balas dendam. Halah… balas dendam.. dikira film silat kaki 5?

Kami hanya menghitung hari menuju Jerman. Tommy sudah mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya karena bantuan kami berdua. Dia juga sudah menemukan komunitasnya sendiri dan sebentar lagi dia berulang tahun ke 18. Biasa, dia akan menggila dengan kegilaannya meski dia tidak segila orang gila.

Hari berganti hari. Jerman sudah di depan mata (serasa jadi tentara Soviet union), maksudnya hari hari menuju Jerman sudah dekat. Kami berdua (tanpa Tommy) akan menghabiskan waktu kami berdua di lantai, eh pantai.

Tommy? Aslinya sih diajak tapi dia memilih pergi bersama teman teman barunya. Ya baguslah. Orang kami ngajak cuma buat formalitas belaka saja. Siapa yang berharap dia ikut? ganggu aja loe.

Kami berdua ke pantai dan aku membawa gitar ku untuk dimainkan di sana, bukan untuk memancing ikan hiu dan tak mungkin membawa grand piano karena berat. 1.5 jam dengan mobil BMW kakakku, kami sampai ke tempat tujuan.

Kakakku biar wanita, tapi kalau sudah berjumpa jalan tol kosong, langsung berubah menjadi pembalap formula 1. Michael Schumacher lah kurang lebih (maaf ts bukan ahli balapan). Aku sendiri tak suka kebut kebut an di jalan tol kecuali kalau sudah sakit perut atau rumah kebakaran (amit amit ya) dan berharap jalanan kosong (emang president apa?).

Kami pun sampai di pantai. Keberuntungan memang memihak cinta terlarang ini. Pantai itu kosong melompong. Mungkin ada tsunami nanti atau… oh iya. Ini kan bukan hari libur. Kecuali semua orang kena phk atau gak ada hidup jelas, ya wajar saja sepi.

Kakakku dengan pede nya melepas pakaiannya dan hanya memakai bikini. Bergaya ala Pamela Anderson. Ya badannya emang bagus. Mau gimana lagi? Toh gak ada orang di sini. Cuaca tidak terlalu panas bahkan matahari juga merasa tahu diri, bersembunyi di balik awan.

Aku hanya nenggunakan celana pendek tanpa Apa apa alias telanjang dada. Kami berbaring dan kakakku tiba tiba mengajakku bermain air di pantai. Aku menjawab ajakannya dan kami pun bermain layaknya anak anak di pantai.

Kami saling siram dan sesekali menendang air itu. Kami kemudian bermain kejar kejaran. Tak akan ada yang tahu kami itu kakak adik. Semua yang ada, seperti kepiting, burung camar, penyu dsb akan mengira kami adalah sepasang kekasih.

Setelah lelah berlari, aku memeluk kakakku dari belakang dan menggendong nya. Kamipun berciuman kembali. Suasana sangat romantis dan seru. Kami kemudian bermain pasir dsn membangun istana.. sumpah deh. Beneran kayak bocah ingusan. Sudah susah payah membangun benteng… eh malah habis kena ombak.

Ombak itu mungkin berkata, “bapak, ibu. Tolong ingat umur. Jangan kayak bocah. Malu dikit napa?”. Dasar ombak sial. Gak boleh lihat orang senang sebentar. Untung saja sudah difoto. Coba kalau nggak.. bah. Anyway cuaca sudah mulai sore.

Tommy? Biarin saja. Kami juga memberikan dia kunci rumah. Kamar kami semua sudah kami kunci. Sepupu mah sepupu, tapi jangan harap bisa masuk kamar orang seenaknya, kecuali lu ibu kos.

Kami berdua duduk memandang matahari terbenam dengan indah dan aku memainkan lagu summer jam dengan gitarku dan kakakku yang jadi penyanyinya. Aku dan kakakku bernyanyi bersama. Dia menyandarkan kepalanya di bahuku. Seharusnya dia yang menjadi gitar nya. Ah sudah lah. Suasana romantis ini sungguh sangat sayang untuk dilewati.

Dikarenakan sudah sore dan matahari sudah terbenam (padahal tadi gak ada deh perasaan. Kapan munculnya dia? Ngintip kali. Suek) kami membersihkan tubuh kami di pancuran shower. Eit. Tak ada acara mandi berdua kali ini. Setelah selesai dan mengganti pakaian, kami pergi makan malam dan kemudian pulang.

Tommy sementara itu sedang santai duduk di depan tv sambil makan pizza yang dia beli dengan uang dia pastinya. Rumah mulai berantakan sejak bocah reseh ini datang. Gak kebayang 10 tahun lagi kayak gimana? Bisa jadi kamar mandi umum mungkin nih rumah gara gara nih orang berulah.

Tommy memang sepupu yang unik. Dia bertingkah selayaknya pemuda seusianya. Meski demikian, dia tidak nakal seperti merokok, berjudi dsb. Ya itu di depan kita… di belakang kita? Siapa yang tau? Selama dia gak ganggu orang mah masa bodo aja. Kami bertiga ngobrol ngobrol santai dan waktu sudah larut. Kami bertiga akhirnya kembali ke kamar masing masing untuk tidur.

Ceceku Patricia dan Aku – Cerita Incest
Germany. Here we come. Besok adalah hari terakhir kami di rumah. Kami berdua akan ke Jerman. Tommy akan menjadi satpam selama kami pergi sampai rumah itu (mungkin) jadi hak miliknya. Sompret emang. Enak aja.

Persiapan sudah hampir siap. Kami hanya menyisakan beberapa potong pakaian saja. Sisanya sudah mendekam di koper. Tommy meskipun pendiam, ternyata bisa liar juga. Mungkin terlalu dikekang orang tuanya jadi sampai sini kayak orang kesetanan juga. Peduli setan Dah dengan dia. Toh bukan urusan kami.

Setelah mengadakan pesta kecil bersama Tommy, kami langsung beristirahat karena kami harus ke airport menuju Jerman di siang hari. Tommy mengantar kepergian kami. Setelah itu, kami berpisah dan masuk ke dalam airport.

Akhirnya setelah 1001 formalitas omong kosong dan lainnya termasuk menunggu, kami masuk ke pesawat menuju Singapore. Ya transit dulu lah. Tak sampai 2 jam, kami tiba di negara anti permen karet itu dan menunggu lagi selama 2 jam untuk menuju ke Frankfurt.

Belasan jam merana di dalam pesawat, kami akhirnya tiba di Frankfurt. Untung saja kami membeli tiket VIP. Lumayan tidak bosan. Bayangkan saja kalau fasilitas kosong seperti angkot. Jaminan pendek umur. Kami yang pernah ke sini tentu sudah tidak asing lagi dengan kotanya.

Setelah mengambil semua barang kami alias bagasi, kami langsung menuju ke apartement kami yang sudah kami incar dari dahulu kala. Setelah acara tanda tangan kontrak dengan induk semang alias ibu kos alias pemilik apartement dan serah terima kunci, kami langsung membereskan barang barang kami.

Syukurlah apartment ini fully furnished. Kami tak perlu membeli banyak perlengkapan seperti meja dsb. Semua sudah asa kecuali mau beli lagi ya silahkan. Kami besoknya harus ke bank membuka rekening di sana dengan Deutsche bank.

Aku dan kakakku besok mau ke kampus untuk mengurus kuliah kami. Dia akan melanjutkan jurus spesialis kandungan. Ya cocok lah buat dia. Pasien nya pasti wanita semua. Mana ada suaminya mau macam macam sama dia saat istrinya sedang hamil.

Aku akan mengambil jurusan arsitektur. Aku suka matematika dan suka menggambar. Ya cocok juga lah. Hobi dan dibayar (kalau sudah dapat kerja). Setelah membereskan barang barang, kami pergi keluar mencari makan. Musim dingin saat ini.

Setelah makan malam, kami juga mau belanja pakaian musim dingin. Ya sesekali tampil keren napa sih. Masak pake jaket kulit mulu. Kakakku yang memilih pakaian musim dingin. Dia sebagai wanita ya tentu sana tahu tentang fashion. Gak heran lah.

Setelah berbelanja, kami pulang untuk beristirahat. Dinginnya tak tahan dah. Di dalam pikiran hanya bisa membayangkan kebakaran hutan saja biar hangat. Kami tiba di rumah dan kemudian… kami mandi bersama. Ya melepas rindu sejak tuh monyet datang kan gak bisa lagi berduaan. Kalau dia mau ikutan kan gawat.. gak Dikasih nanti ngadu. Suek.

“Ce. Sejak Tommy datang. Susah ya berduaan aja. Untung kita sudah bebas sekarang. Bisa berduaan kayak dulu lagi.” Kataku sambil tersenyum.

“Iya dek. Cece kangen tauk. Lama banget gak kayak gini. Tiap hari kita mandi bareng. Dia datang… bubar dah acara.. hehehe. Sekarang dah aman” kata kakakku yang sambil menyabuni tubuhku dengan lembut.

“Tapi ce. Kita selalu tinggal bersama terus kan ce? Kalau dedek nanti diajak temen tinggal bareng, dedek gak mau. Dedek mau sama cece aja dah berdua terus.. hehe” kataku yang sekarang membersihkan punggung kakakku.

“Cece gak akan meninggalkan kamu dek. Kita akan selalu berdua. Selalu bersama terus. Kita kalau pindah juga akan bersama” katanya yang sedang membersihkan kemaluanku.

“Uh… eh.. ce. Jangan… eh. Geli. Eh… tinggalin… dedek ya… eh” kataku geli geli nikmat.

“Iya dedek. Hehee. Udah. Tenang aja. Geli ya disabunin sama cece… Heheh.. kelitikin ah… hehehe hihihihi” katanya sambil menggelitik penisku..

“Ah cece geli.. hehehe.. tiup juga nih kuping.” Kataku sambil memeluknya dan meniup kupingnya. “Dedek. Ampun.. ihhh geli tauk… ihhhh. Nakal.. dedekkkkkkkk” kakakku berteriak. Kami pun tertawa bersama dan diakhiri dengan ciuman mesra di bawah pancuran air panas.

Setelah membersihkan dan mengeringkan badan, kami kembali berpakaian dan langsung beristirahat di atas ranjang. “Ce. Capek Ya. Musim dingin gak seenak yang aku bayangkan kayak di film” kataku sambil tersenyum.

“Yeh. Dedek mah. Coba dedek masuk kulkas. Dingin gak tuh? Hehehe. Nanti lama lama akan terbiasa kok dek” Kata kakakku.

“Iya sih. Ce. Kangen berduaan sama cece” kataku sambil memeluknya.

“Iya dek. Cece juga kangen banget sama dedek.” Katanya yang memeluku dan membelai rambutku. Terbawa suasana, kami berciuman dengan mesra. Kakakku mulai mendesah dan aku pun semakin bernafsu menciumi bibirnya.

Kami berhenti berciuman dan saling bertatapan. “Dek. Dedek nakal yang cece sayang. Yuk bobok. Besok banyak yang harus kita kerjakan dek” katanya sambil tersenyum nakal.

“Huuuh cece. Php mulu. Hehehe. Ok ce. Yuk bobo. Dedek juga dah ngantuk. Bzzzzt.” kataku sambil mengecup bibirnya.

“Ngapain make Bzzzzt segala? Hehehee. Kayak lebah” ledek kakakku.

“Iya. Dedek jadi lebah. Menyengat cece. Cup” jawabku sambil mencium bibirnya dan kamipun tidur sambil berpelukan. Musim dingin terasa hangat. Mungkin saja salju sudah meleleh di luar sana karena kehangatan cinta kita. Halaaahhh pret.

Besoknya kami pergi mengurus urusan kami berdua dari bank sampai kampus, untungnya, meski jadwal sangat padat, kami mampu menyelesaikan semuanya tepat waktu. Serasa orang kerja. Dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore gerak sana sini tak ada stop kecuali makan siang.

Di kampus, aku berkenalan dengan seorang perempuan lokal bernama Angela. Dia orang Jerman asli. Tinggi nya hanya beberapa cm lebih dariku dan berambut pirang. Dia sangat cantik. Kakakku juga berkenalan dengannya dan bahkan mereka berdua bisa langsung akrab.

Angela juga memiliki kakak laki laki. Mereka berdua juga sangat dekat. Ya…. mirip seperti kita cuma bagian eksekusi sih belum ada ngomong untuk saat ini. Namanya juga baru kenal. Dia berusia 18 tahun juga. Ya seumur denganku. Tubuhnya juga bagus. Sama persis seperti kakakku.

Sementara itu,Tommy juga sedang mempersiapkan diri untuk kuliah (gak sama kami) juga. Dia bilang semuanya sejauh ini baik baik saja. Kami mengizinkan dia melakukan apapun yang dia mau selama tidak ada tindakan kriminal dan melakukan pengrusakan.

Setelah mengurus semuanya, kami berdua pulang ke apartement. Sungguh hari yang melelahkan. Setelah beristirahat sejenak, kami berdua memutuskan untuk makan malam. Sementara waktu, kami memutuskan untuk memasang pizza. Cuaca sangat dingin. Kami malas keluar. Gak percaya? Coba sendiri sana..

Setelah makan, kami menonton tv, itung itung memperdalam kemampuan bahasa kami juga. 2 jam berlalu, kini sudah pukul 8.30 malam. Kami akhirnya mandi bersama seperti biasa.

“Ce. Capek banget ya hari ini. Urus ini itu. Semoga semuanya lancar lancar aja ce.” Kataku sambil disabunin oleh kakakku.

“Iya Dek. Kita harus belajar keras. Nanti dedek di kampus jangan pacaran dulu ya. Fokus belajar dek. Cece juga gak mau mikir laki laki dulu sementara waktu. Gak ada waktu untuk itu” kata kakakku yang kini membersihkan punggungku.

“Iya ce. Cece tenang saja. Aku cuma sayang cece. Hehe. Berat rasanya mencintai perempuan lain selain cece. Cece juga jangan kecantol bule. Hehee” kataku sambil membersihkan dan memainkan payudara nya.

Kulitnya sungguh mulus seperti sutra. Putih seperti salju di luar sana. Aku tak tahan lagi dengan apa yang aku lihat. Aku mainkan saja payudaranya. Puting payudara nya aku pijat pijat dan aku putar putar. Sungguh gemas aku melihatnya.

“Eh. Dedek ah. Nakal. Jangan ah. Geli. AHHH oooh ohhh ahhh AHHH oooh ohhh ahhh AHHH oooh ohhh ahhh AHHH dek. Stop” katanya memohon kepadaku.

“Hehehe. Kan kemarin cece dah ngerjain aku. Gantian. Hehehe” kataku yang sekarang mulai membersihkan kemaluannya.

“Dedek nakal. Hehehe. Cece makin sayang sama kamu. Ahhh ohhh ahhh AHHH oooh ohhh ahhh AHHH oooh ohhh. Dek. Itunya dek. Stoppp ” kata kakakku setengah berteriak sambil tertawa karena geli.

“Dedek makin nakal. Hehehe. Tapi makin cece sayang. Sini cium dulu.” Katanya sambil memegang wajahku dan dia mulai mencium bibirku.

Kami berdua kembali berciuman lagi. Setelah selesai mandi, kami langsung beristirahat. Untung saja ada penghangat ruangan. Kalau tidak.. susah tidur deh. Aku kemudian merangkul kakakku. “Ce. Sekarang cuma kita berdua. Bebas. Gak ada siapa siapa. Lantai kita juga gak banyak orang. Sebelah saja belum ada penghuni.” Kataku sambil membelai rambutnya.

“Iya Dek. Cece deg deg an. Rasanya beda sama rumah. Di sini sendirian. Apa apa harus sendirian. Dek. Dedek kangen rumah gak? Cece sih dah mulai kangen” katanya dengan lembut.

“Aku sih belum gimana kangen ce. Lama lama kita akan terbiasa juga. Bukan tak mungkin kita akan betah dan gak mau balik. Hehee” kataku dengan santai.

“Dek. Cece kedinginan.” Katanya manja.

“Sini ce. Aku peluk. Biar hangat. Hehehe. Bilang aja minta dipeluk. Make acara kedinginan segala” kataku sambil mencolek hidungnya.

“Yeh dedek mah. Hehe. Wajar dong. Perempuan emang suka begini. Hehehe” katanya dengan manja dan tersenyum. Aku sudah memeluknya dengan erat dan mencium keningnya.

Malam itu memang sangat dingin. Aku dan kakakku kembali berciuman di balik selimut. Tangannya membelai wajahku dan aku membelai rambutnya yang panjang itu. Nafsu kami semakin membara di tengah dinginnya malam itu.

Nafsu dan cinta mengalahkan rasa lelah. Gairah semakin membesar seperti api yang membara di tengah dinginnya musim dingin. Kehangatan cinta terlarang sedang dilakukan oleh kedua insan. Sentuhan mesra membuat dingin menjadi hangat sampai pakaian kami lepas.

Hembusan nafas nya membuat diriku semakin hangat. Suara desahannya begitu merdu di telingaku. Tatapannya dalam penuh makna. Cinta terlarang tanpa memandang status dan hubungan meskipun sedarah.

Kecupan demi kecupan disusul dengan ciuman yang sangat mesra di awal dan semakin binal dan buas. Bibirku kini turun ke leher kakakku dan mulai mencium leher jenjang nya yang indah itu. Kedua tangannya kini memegang kepalaku dan dia mengecup keningku..

Payudara indah itu kini menjadi sasaran berikutnya. Jujur payudara itu terlalu sayang untuk dilewati. Indah, montok dan berwarna pink. Aku kini menyusu ke kakakku dan dia sangat senang melihatku begitu lahap menyusu di payudaranya.

Meskipun tidak ada asi di payudaranya karena kakakku belum mengandung anakku. Eh gila ya… ya pokoknya dia belum hamil, aku tetap sangat menikmati kedua payudara indah ini. Kakakku dengan sabar membiarkan aku menyusu di payudara nya sambil membelai rambutku. Sikapnya sungguh sangat keibuan.

Dia menatapku dengan pandangan yang lembut dan senyuman manisnya yang membuatku meleleh seperti lilin yang dibakar oleh api las. Dia kemudian memegang wajahku dan menciumi bibirku lagi. Penisku kini sudah di genggaman nya.

Penis yang sudah tegang itu kini dimainkan dan diarahkan ke Klitoris nya. Kakakku kini sudah memejamkan matanya dan mulutnya semakin terbuka dan mendesah. “Ohhh ohh ooohhh ahhh AHHH ” lidah nya juga menjilati bibir nya. Dia terlihat sangat nakal dan binal malam itu… apakah malam ini kami akan melakukannya?

Kalau benar kakakku hanya iseng saja sih… aku gak heran.. cuma ya.. siapa tahu saja… toh ujung ujungnya dapat nikmat juga kok cuma caranya beda aja :D.. aku dapat merasakan vagina nya yang mulai basah… aku berharap kali ini tidak ada lelucon. Kelihatannya semua akan lancar jaya sampai tiba tiba kakakku berteriak kaget….

“TOMMY!!! KOK?????” Kata kakakku dengan kencang.
Aku yang mendengar nya langsung lari telanjang ke kamar mandi. Aku bersembunyi dan menutup mataku di dalam kamar mandi. Tak lama kemudian aku mendengar suara Kakakku tertawa.

“Hiya hiya hiya. Ada yang kena tipu untuk ke sekian kalinya. Mana mungkin tuh pantat ayam menyusul kita, dedek sayang? Ahahahhaa. Dedek lucu banget. Sumpah mati. Sini dek.. cece mau kasih kamu jatah. Hehehe” kata kakakku yang masih tertawa.

Akupun marah tapi ikut tertawa. Kesal, aku peluk kakakku dan meniup kupingnya sampai dia teriak teriak tertawa seperti orang gila. Aku akhirnya berhenti menyiksa nya.. “dedek. Sabar ya. Cece tahu kok dedek dah gak tahan. Suatu hari dek. Dalam waktu dekat ini. Cece mau persiapkan segalanya. Tunggu saja pas dedek lagi kuliah dan cece lagi libur. Nah baru deh” katanya.

Dia seolah mencoba untuk membuatku penasaran dengan janji janji anehnya itu. Tak masalah. Kapan lagi bisa seperti ini. Dia menyuruhku duduk di pangkuannya dan menyusu seperti biasa. Tangannya akan memberikan aku kenikmatan.

Sambil mengocok dan melihat penisku, dia masih bicara. “Dedek. Sabar ya. Maaf ya tadi dek. Bikin dedek kaget. Cece minta maaf. Dek. Cece janji akan kasih keperawanan cece. Sebentar lagi kita kuliah. 2 minggu lagi. Kita masih ada waktu. Nah sabar ya dedek sayang.”

Aku tidak menjawab dan hanya bisa mendesah saja karena kenikmatan. “Duh Dedek. Terangsang berat. Kasihan si kecil ini. Bentar ya… cece ambil tissue.. dah mau keluar kayaknya nih. Hehehe” katanya sambil tertawa.

Benar saja aku mendapatkan orgasme setelah dikerjai oleh kakakku. Dia dengan senyum manisnya dan sabar membersihkan air spermaku. Aku kemudian dituntun ke kamar mandi oleh kakakku untuk dibersihkan dan dia juga membersihkan dirinya sendiri.

2 minggu lagi memang kami akan memulai kuliah. Kami masih ada waktu untuk berkeliling dan mempelajari hal hal baru di sini. Kami sempat berpikir untuk membeli seekor anjing tapi karena kuliah kami yang mungkin sangat sibuk dan padat, kami batalkan niat kami.

Suatu malam, kakakku melihat lihat gaun pengantin di situs bridal. Dia kemudian bertanya mana yang paling cantik. Aku jawab kalau dia selalu cantik dalam pakaian apapun. Dia hanya tersenyum saja. “Ngapain cece lihat lihat gaun pengantin? Emang cece dah mau nikah?” Kataku agak cemas.

“Gak dek. Heheh. Cece senang aja. Dek. Besok cece mau jalan jalan sendiri dulu ya. Dedek jalan sendiri dulu aja. Nanti cece mau kasih kejutan. Hehee” katanya sambil tertawa. Cece mau beli barang barang… khusus perempuan :D. Cowok gak boleh ikut. Dari pada dedek bosan, di bawah ada gym sama studio music. Ada piano juga. Hehe. Ok dek?” Kata dia. Aku? Cuma mengacungkan jempol saja.

Pergi menemani wanita belanja tuh cuma bikin darah mendidih saja. Mending olah raga saja dah. Sehat Iya… gak sakit hati pula. Tiba tiba kakakku memanggilku.

“Dèk Dek. Sini dek. Dedek ada tugas.” Katanya

“Tugas apa ce?” Tanyaku penasaran.

Dia kemudian membuka semua pakaiannya sampai telanjang bulat.

“Cece belum dijatah sama dedek. Nah sekarang dedek harus bikin cece kencing nikmat. Gantian dong. Dedek gak boleh buka baju ya. Biar cece aja telanjang. Ok?” Katanya menggoda sambil mengangkat kedua alisnya.

“Ok ce. Kerjaan sepele.” Kataku dengan penuh semangat. “Nah cece sekarang tiduran telentang ya. Sisanya serahkan sama aku ”

Dia tak banyak bicara selain tersenyum langsung tidur terlentang dan merentangkan kedua tangan dan kakinya seperti bintang laut. Aku langsung naik ke ranjang dan melakukan tugasku.

Lidah ku dan kedua tanganku bekerja keras di payudara indah itu. Pastinya Lah. Rugi kalau kelewatan tuh. Aku remas kedua payudaranya dengan kedua tanganku. Puting susu itu diputar putar oleh jari jariku. Tangannya mulai meremas bantal dan dia mulai mendesah.

Kedua matanya sudah tertutup. Ketiak putih mulus itu aku cium dengan lembut. Dia malah mendesah lebih kencang entah kenapa. Setelah kedua tanganku pegal dengan 2 onggok daging yang entah kenapa bisa membuat pria jadi gila, aku langsung turun ke vagina nya.

Aku mencoba cara baru meski agak berat. Aku turun ke vagina nya dan 1 tangan ku masih memainkan payudaranya. Berat tapi ya kenapa tidak. Terbukti kakakku malah semakin menggila dan terangsang. Klitoris nya aku mainkan dengan ujung lidah itu.

Kakakku yang beberapa hari belum orgasme tentu saja sudah lama menahan kenikmatan ini. Beberapa menit setelah lidah ini bekerja keras dibantu oleh kedua tanganku, akhirnya dia mendapatkan kencing nikmat itu.

“Aaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” teriaknya panjang. Cairan itu menyembur dengan kencang mengenai mukaku. Sial. Untung saja bukan air seni beneran. Setelah aku membersihkan mukaku seadanya, aku berbaring di sampingnya dan merangkulnya.

“Cieee cece. Dah lama… sekali dapat.. tsunami dah. Hehehhe” kataku meledeknya.

Aku pun menciumnya dan memeluknya. Beberapa menit kemudian, dia menyuruhku membersihkan diriku yang tadi terkena semburan naga terbang. Setelah bersih bersih, aku kembali berbaring di sebelah nya dan dia berkata, “dek. Makasih ya.. enak banget tadi. Hehehe… I love you” katanya sambil mencium bibirku. Kami kemudian tidur nyenyak setelah itu.

Pagi hari, aku memutuskan untuk pergi olah raga di bawah. Kakakku sudah siap jalan jalan alias pergi belanja kebutuhan yang dia butuhkan. Kali ini dia memakai pakaian simple. Celana legging dan kaos ditambah jaket dan sepatu olah raga.

Dia kemudian pergi berbelanja dan aku berolah raga. Semua berjalan baik baik saja. 2 jam kemudian setelah berolah raga, aku mandi dan dengan iseng iseng aku menghubungi Angela. Ya gpp dong. Org blum ada pasangan ini.

L: hiya hiya Angela. Apa kabar? Lagi sibuk kah?

A: hai. Apa kabar? Gak kok. Kan kita masih liburan. Aku lagi santai saja sama kakakku. Dia juga ambil spesialis loh ternyata cuma bukan kandungan pastinya. Dia ambil spesialis bedah.

L: wah keren. Kamu sendiri ambil jurusan apa?

A: aku mau ambil jurusan teknik kimia. Aku suka saja dengan kimia. Entah kenapa. Kayak seru gitu deh. Kamu ambil jurusan apa?

L: aku sih arsitektur. Aku suka matematika dan menggambar. Ya cocok deh. Kamu tinggal jauh dari kampus?

A: nggak kok. Kami tinggal di apartemen juga. Gak jauh. Jalan kaki juga sampai. Kami aslinya dari Munich.

L: eh kami berdua juga di apartemen. Jangan jangan 1 komplek apartement kita?

A: emang iya kok. Kan Patricia ada bilang ke aku. Hehehe. Kakak kamu orangnya seru. Dia ramah, sopan dan baik banget. Ingin rasanya punya kakak perempuan kayak dia. Eh kamu belum kenal sama kakak laki laki ku kan?

L: eh kamu ada Kakak laki laki? Gak pernah tahu.

A: iya lah. Kan aku sudah ngobrol panjang lebar sama kakak kamu. Hehehe. Dia 1 tahun lebih tua dari kakak kamu. Dia ada bilang kalau Patricia sangat cantik.

L: haha. Pastinya dong. Kamu juga cantik. Kakak kamu yang laki laki pasti gantent juga.

A: Patricia sih bilang gitu. Dia bilang kakak ku ganteng. Hehehe. Kamu sedang sibuk? Mau ketemu di cafe gak? Di bawah ada cafe. Kalau lagi gak sibuk, ke bawah aja yuk

L: boleh. Tunggu setengah jam lagi ya. Nanti aku ke sana. Sampai jumpa

A: ok deh. Sampai jumpa.

Kami berdua akhirnya berjumpa di bawah. Kami ngobrol sambil minum kopi. Lumayan untuk menghangatkan badan meski kopi itu akhirnya dingin juga dalam hitungan detik. Percayakan kami berdua sangat menyenangkan. Ya seperti kebanyakan orang yang sedang pdkt.

Angela memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kakak nya. Ya persis seperti aku dan Patricia. Dia berkata kalau dia mau mengajak aku dan Patricia pergi nonton bareng. Ya aku sih ok ok aja… Patricia? Tau dah dia gimana.

Kedua orang tua mereka adalah dokter. Tak heran darah science mengalir deras di nadi mereka. Angela menyarankan aku untuk menjadi warga negara sini karena lapangan kerja untukku dan Patricia sangat terbuka lebar. Bukan mustahil karena kami mengambil jurusan science (dokter dan arsitek).

Setelah ngobrol dalam waktu yang cukup lama, kami berpisah dan aku kembali ke kamarku dan tidur siang karena lelah. Tak terasa aku tidur cukup lama. Waktu menunjukan pukul 6 sore tapi kakakku belum datang.

Pov: Patricia

Aku dari tadi belanja kebutuhan pribadiku seperti pakaian dalam dan ada 1 benda yang ingin aku cari. Gaun pengantin. Iya. Aku akan menyerahkan mahkotaku ke adikku dalam waktu dekat ini. Hans, kakak si Angela sungguh tampan. Aku jujur saja langsung kepincut. Tapi ya… soal kepribadian siapa yang tahu.

Kenapa harus gaun pengantin? Ya seolah kan ada malam pertamanya. Hehe. Tak masalah. Hanya sewa ini. Bukan beli. Aku berusaha agar dia tidak tahu tentang ini. Toh gaunnya juga bukan gaun mewah seperti acara pernikahan asli.

Aku sudah mendapatkan semua yang aku butuhkan. Waktu sudah hampir malam. Semua lancar dan baik baik saja sampai ketika aku sedang berjalan di jalan kecil, ada 2 laki laki yang menggodanya dengan kata kata tak pantas. Mereka lebih mirip orang timur tengah, kemungkinan pengungsi dari timur tengah. Ada banyak di sini karena perang di negaranya, mereka mengungsi.

Kasus pemerkosaan, serangan dengan senjata tajam dan api sudah tidak asing lagi disini sejak mereka datang. Entah kenapa pemerintah Jerman tidak terlalu peduli akan ini. Kasus demi kasus sudah sering terjadi. Bukan ide jelek belajar beladiri saat sebelum tiba di sini.

Aku tahu ini akan terjadi tapi bukan masalah. Aku tidak takut. Awalnya aku tidak mempedulikan mereka sampai mereka mau mendekatiku. Selama mereka belum menyentuh, aku tak akan bertindak. Harapanku adalah mereka menjauh tapi tidak…

Salah 1 dari mereka memegang tanganku. Aku menepis tangannya dan mulai lari tapi mereka malah mengejar aku. Aku tak mau jadi korban, memberi perlawanan. Aku menggunakan kakiku untuk menendang salah 1 dari mereka. Kena telak ke mukanya sampai dia pingsan.

Beruntung aku menggunakan celana legging yang mempermudah gerakanku. 1 lagi terlihat sangat marah dan mau menyerang. Dengan cepat aku gunakan sikut untuk menyerang dagunya dengan sepenuh tenaga. Aku bisa melihat darah keluar dari mulutnya.

Dia tidak pingsan tapi masih berbaring kesakitan. Aku tak mau kena masalah, langsung lari menuju keramaian. Aku pulang menggunakan taksi ke apartement. Jujur saja, aku sangat takut tapi aku tak mau jadi korban pelecehan, jadi ya dengan terpaksa aku harus menggunakan kekerasan untuk membela diri.

Aku akhirnya sampai menuju apartement ku. Aku juga ragu untuk menceritakan ini ke Lawrence. Aku tak mau dia cemas dan sedih. Aku tidak terluka tapi trauma kejadian itu membuatku cemas dan takut. Setelah menenangkan diriku sebentar, aku langsung naik ke atas.

Lawrence sedang memasak makan malam begitu aku datang. Bisa masak apa tuh anak? Tapi siapa tahu kan? Aku kemudian langsung mandi dan setelah itu kami berdua makan malam. Khusus malam ini saja kami tidak mandi berdua. Ya waktunya mepet. Mau gimana lagi?

Pov: Lawrence

Kami berdua kemudian berbaring di ranjang sambil menonton tv. “Ce. Cece. Cece cece cece.” Kataku sambil menggoyang goyangkan tangannya.

“Napa Dek? Kayak anak kecil aja dedek ah. Hehee. Ada apa, dedek ku sayang?” Kata nya sambil tersenyum.

“Ce. Tadi aku ketemu sama si Angela. Orangnya baik juga. Ramah. Cantik pula. Hehe. Cece dah ketemu sama Hans belum?” Tanyaku.

“Cieee dia kecantol sama bule. Hehehe. Sudah lihat foto doang. Ganteng gila tuh orang. Sumpah deh Heheheeh. dek. Dedek emang suka ama Angela? Heehhe. Dia cantik banget kan?” Tanya kakakku.

“Iya ce. Tapi emang dia mau ama aku ya?” Tanyaku.. “Yeh. Emang cece ini Angela apa? Heheh. Lagian ingat… kuliah lebih penting. Pacaran nanti saja. Kalau jodoh gak ke mana mana kok.” Kata kakakku.

“Eh bener juga ya. Ce. Besok olah raga bareng yuk. Cece besok ada urusan apa? Gak ada lagi kan?” Tanyaku. “Gak dek. Urusan dah beres. Hehe. Boleh. Yuk olah raga bareng. Oh iya dek. Sabtu si Angela ngajak nonton. Mau ikut gak?” Tanya nya…

“Yeh. Dia dah bilang cece duluan. Padahal dia yang ngajakin aku duluan ce..” kataku..
“Halllah. Prettt . Cece dah diajak 2 hari lalu. Hehehe. Kalah cepat kamu dek.” Kata dia sambil tertawa.

“Haiz ciahhhh. Kecolongan duluan. Hehehe.. ok ce. Sabtu ce. Masih ada 1 minggu lebih sebelum kuliah ” kataku.

“Dek. Bobo yuk. Cece capek banget.” Kata dia sambil mencium pipiku. “Ok ce.”

Kami berdua langsung tidur bersama karena sama sama lelah. Besok paginya kami olah raga bersama dan Setelah itu, kami berdua berjumpa dengan Angela dan Hans. Kami berempat ngobrol ngobrol dan langsung cepat akrab. Hans sendiri sudah menunjukan ketertarikannya kepada Patricia.

Kami berempat kemudian makan siang bersama. Setelah makan siang, kami berpisah. Aku dan Patricia kembali ke apartement kami. “Ce. Si Hans kayaknya suka ama cece tuh. Hehehe. Kalian berdua cocok loh.” Kataku.

“Eh Dedek. Cece belum mau pacaran. Ganteng sih ganteng… cuma… ya… fokus belajar dulu ah. Hehehe” katanya tertawa kecil.

“Dek. Dedek juga mending jangan pacaran dulu. Kita gak tahu apa yang terjadi. Ingat dek. Jodoh gak ke mana mana. Hehe. Ingat. Belajar lebih penting. Kalau dedek dah sukses nanti juga wanita yang cari dedek. Percaya deh” katanya kepadaku sambil membelai kepalaku.

“Oh iya dek. Malam ini cece ada kejutan. Tunggu ya. Cece mandi dulu. Habis itu dedek mandi ya.” Kata dia.

“Ok ce” kataku.

Dia kemudian mandi. 15 menanti akhirnya dia keluar. Aku tak pakai lama, langsung mandi juga. 10 menit kemudian aku keluar dan aku melihat kakakku yang sudah berubah.

Dia menggunakan gaun pengantin. Ya tidak mewah tapi cocok dan cantik saja. Aku tak percaya dengan apa yang aku lihat. Sungguh dia cantik sekali malam itu.

“Nah gimana Dek. Cece cantik gak dek?” Tanya dia sambil menggoyangkan tubuhnya memamerkan gaun itu.

“Teramat sangat cantik sekali ce” kataku sambil melongo dan melotot tak percaya seolah dia berubah menjadi dewi venus.

“Dek. Ini malam pertama kita. Dan cece janji gak ada KENTANG lagi. Dedek dah siap?” Tanya dia yang mulai mendekatiku. Aku sendiri belum berpakaian alias masih telanjang. Aku sih sudah gak kaget kalau ada kentang lagi. Kalau dia sudah serius seperti itu mah… pasti serius. Tampaknya malam ini akan menjadi malam yang tak terlupakan.

Dia sudah duduk mengulurkan tangannya yang dibalut sarung tangan putih itu. Aku menyambutnya dengan tanganku tapi dia dengan resehnya malah memindahkan tangannya ke penisku dan menariknya dengan lembut. Aku kini duduk di sampingnya.

Dia yang masih menggunakan gaun pengantin, aku masih atau sudah telanjang. Pemandangan yang tidak adil. Dia kemudian menyuruhku duduk di pangkuan nya.

“Dek. Dedek dah siap? Cece rasa ini malam sudah waktunya…” kata Kakakku dengan lembut.

Aku mengangguk tanda siap. Kami berdua kini berbaring dan berciuman. Dengan sigap aku lepaskan gaun pengantin itu dia kini sudah telanjang. Kami berciuman dengan mesra dan lembut. Diiringi nafsu manusiawi, ciuman kami bertambah dahsyat dan aku kini berbaring di atas tubuh kakakku.

Seperti biasa. Setelah berciuman, payudara itu selalu menjadi tempat favorites ku. Aku dengan semangat menghisap payudara indah itu dan puting susunya aku mainkan. Desahan demi desahan mengisi sunyinya malam yang dingin itu. Kehangatan cinta kami membuat dingin menjadi tak terasa.

Setelah puas bermain main dengab payudara itu, kepalaku menuju ke vaginanya. Dengan penuh penghayatan aku melihat vagina itu yang nantinya akan segera tidak perawan (dengan catatan tak ada balada kentang untuk 1001x nya).

Aku kemudian menjilati vagina perawan kakakku dan menciumnya seolah tiada hari esok. Kakakku sudah terangsang berat dan kedua tangannya sudah meremas payudaranya sendiri. “Ahhhh ahhh AHHH oooh ohhh ahhh AHHH oooh ohhh ahhh AHHH ” kakakku mendesah.

Aku kemudian mencium bibirnya lagi. Dia kini jauh menjadi lebih aggresive. Kedua tangannya memeluk punggung dan leherku dengan erat. Nafas kami saling beradu. Sekarang salah 1 tangannya memegang penisku dan dimainkan di vaginanya yang sudah basah itu.

Dengan pelan ujung kepala penisku dimainkan di klitoris vagina itu. Pelan pelan penis itu masuk ke liang peranakan kakakku sampai matanya tiba tiba terbuka dan berteriak karena sakit yang luar biasa. Aku memeluk erat kakakku. Air matanya mengalir deras. Dia menangis terisak isak karena sakit itu.

Beberapa menit kemudian, aku mencium bibirnya dan membelai rambutnya. Kakakku kini berada di atas tubuhku. Dia tampaknya sudah tak peduli dengan rasa sakitnya dan kini mengikuti instingnya. Tubuhnya mulai bergoyang goyang mencari kenikmatan yang sejati dan hakiki.

“Ahhhhhhhhh aahhh ohhh ahhh AHHH oooh ohhh ahhh AHHH oooh dek… enak… I love you… ohhhh ahhhhh” teriaknya. Kedua tangannya dinaikan di belakang kepalanya (seperti gaya mengikat rambut) sehingga payudara indah itu semakin menonjol dan tentu saja kedua tanganku langsung menyerbu tempat kesukaanku.

Seperti biasa. Aku memainkan kedua puting susunya dan meremas remas payudaranya. Kakakku semakin terangsang berat dan gerakannya semakin kacau. Tak lama kemudian, dia mendapatkan orgasme asli dari penisku. Aku hanya terpukau diam tak bergerak.

Dia menjatuhkan kedua tangannya di dadaku dan tak lama kemudian… dia merebahkan dirinya di atas tubuhku. Aku membelai rambut dan punggung nya yang halus itu. Dia kemudian menatapku ssmbil tersenyum dan mencium bibirku dengan mesra.

“Dek. Makasih ya sayang. Cece sayang banget sama kamu. Cece dah kasih kehormatan cece. Jangan bikin cece sedih ya sayang. Cece istirahat bentar ya.. nanti kita lanjut lagi sayang” katanya dengan lembut dan mesra.

Aku membiarkan kakakku beristirahat. Dia pasti masih kesakitan. Aku tak sadar meneteskan air mataku. Air mata… bahagia dan juga penyesalan…serta rasa takut. Semua sudah terjadi. Apa yang bisa diperbuat?

Tak lama kemudian dia bangun lagi dan mulai menciumi bibirku. Aku juga membalasnya dengan ciuman mesra. Aku yang dari tadi sudah bernafsu tentu saja mulai menggila. Aku dan kakakku masih berpelukan dan aku membalikan tubuhnya sehingga aku ada di atas tubuh nya.

Kemaluan aku masih bersarang di vagina kakakku. Aku kemudian mulai menggoyangkan tubuhku. Penis itu maju mundur keluar masuk vagina nya yang baru aku perawani. Sungguh mati. Vagina Kakakku sangat menjepit dan legit. Hangat sekali di dalam sana.

Ini pertama kalinya aku bercinta dan tentu saja aku sudah tak perjaka lagi. Karena rasa nikmat dan terangsang, aku tidak dapat menahan diriku lagi dan aku akhirnya mencapai orgasme ku dalam waktu yang singkat itu. Untung saja Aku sudah menarik keluar penisku dari vaginanya.

Malu? Gak tuh. Tadi buktinya kakakku sudah kalah duluan. Jadi anggap saja impas. Penis itu mengeluarkan banyak sperma. Kakakku tersenyum puas. Dia kemudian menjilati penisku dan membersihkannya dengan mulut dan lidahnya.

Aku juga mau membalas budi Kakakku. Jadi kami melakukan posisi 69. Aku di bawah, dia di atas. Setelah saling membersihkan, kami berdua mandi bersama. Aku menuntun kakakku yang masih kesakitan. Setelah kami mandi bersama, kami berdua tiduran di ranjang.

“Sayang. Seru. Enak. Tapi sakit sayyyyyy ” kata kakakku yang tadi senyum dan sekarang merengek kesakitan.

“Cece. Aku senang tadi. Jadi gak penasaran lagi. Dari dulu kan cece ngerjain aku terus. Hehehe. Cece istirahat tuh. Aku dah gak penasaran lagi. Kalau cece dah membaik, kita gituan lagi. Hehehe.” Kataku sambil membelai wajah cantiknya.

“Eh nakal. Masih manggil cece. Kita dah kayak suami istri, kamu manggil cece. Gimana sih kamu say?” Kata kakakku sambil tertawa.

“Iya ya say. Tapi di sini aja ngomong say nya. Jangan di luar. Di luar mah kita biasa biasa aja” kataku.

“Bener juga ya dek. Eh say. Ah Suek lah loe. Wkkwkwkwkw.” Kata Kakakku tertawa.

“Ya udah lah. Sesukanya aja. Suek.. hehee” kata kakakku yang mulai agak aneh bicaranya. Mungkin dah dijebol kali ya.. jadi otaknya agak miring

“Ce. Tadi gmn rasanya orgasme make burung beneran? Hhehehe ” kataku meledek.

“Nakal. diem ah. Malu tauk. Hehehe.” Kata Kakakku tersipu malu.

“Haaaaaa ntar juga mau lagi” ledekku

“Hiehhhhh nakal kamu say. Hehhehe” ledek kakakku sambil menggenggam tanganku.

Kami akhirnya tertidur. Malam yang indah. Mungkin suatu hari ketika aku menikah. . Ntah dengan kakakku sendiri atau dengan Angela (harapan)… Aku sudah tahu seperti apa rasanya bercinta.

Setelah kejadian itu, kami semakin sering bercinta setiap hari. Bahkan kadang 3 x sehari. Vagina dia sudah tidak sakit lagi. Maklum. Dah sering disodok. Dia selalu mendapatkan orgasme nya tiap x kami bercinta. Rasa malu sudah tidak ada lagi. Bercinta bahkan sudah menjadi kewajiban kami.

Hari sabtu ini kami sudah berencana untuk menonton film bersama Angela and Hans. Aku dan Kakakku sudah siap. Kami sudah bersiap siap untuk pergi. Kami berempat pergi menggunakan kendaraan umum seperti kereta dan bis. Kendaraan umum di sini sangat bagus dan senantiasa tepat waktu.

Kami Akhirnya tiba di bioskop dan akan menonton film drama. Bah… Aku secara pribadi tidak suka film semacam itu tapi ya mau gimana lagi. Berlagak bego saja jadinya. Ikut ikut saja. Anggap saja memperdalam bahasa Jerman. Kami akhirnya masuk ke dalam theater dan menonton film itu.

Setelah penderitaan ku berakhir dalam 2 jam, kami memutuskan untuk makan malam bersama. Meski belum lama kenal, kami merasa sangat akrab seperti keluarga. Belum pernah kami merasa bahagia seperti ini. Awal yang bagus untuk memulai kehidupan baru di negara asing.

Setelah makan malam, kami pulang menuju apartment kami, namun sayang, karena malam minggu, ada banyak orang orang mabuk dan gila di jalanan. Kami saling berjaga. Hans tentu menjaga adiknya dan aku menjaga kakakku.

Yang ditakutkan benar terjadi. 4 orang dari timur tengah mengganggu kami. Mereka kemudian menyerang Aku dan Hans karena tidak mungkin mereka mau memperkosa pria. Hans, dengan perawakan tinggi 180 cm+ dan bertubuh lumayan kekar memberikan perlawanan tak terduga.

Dua pukulan telak melayang ke muka bandit itu sampai pingsan. Aku juga melawan dengan memberikan pukulan telak di ulu hati dan tendangan samping ke tulang iga nya. 2 sudah jatuh. 2 lagi yang tersisa. Melihat kedua temannya sudah tumbang, dia mencoba menyerang kakakku.

Patricia dengan sekuat tenaga menendang ulu hati orang itu sampai dia kesakitan memegang perutnya. 1 nya lagi mengeluarkan pisau. Aku menendang pisau itu dan Hans memberikan sebuah pukulan telak ke dagu orang itu. Iya uppercut. 4 orang itu sudah jatuh. Kami berempat lari.

Angela bukan tipikal perempuan yang suka olah raga dan kekerasan (wajar lah), jadi dia terlihat ketakutan. Patricia menggenggam tangan Angela dan Setelah kami berhasil lari dari tkp, kami akhirnya pulang. Bukan akhir yang baik untuk kami berempat tapi tidak ada yang terluka selain Angela yang hanya shock.

Kami berempat berkumpul di unit Angela untuk sementara sampai dia tenang. Patricia menjaga dia sementara aku dan Hans ngobrol di luar bicara tentang apa yang terjadi tadi. Ternyata itu semua sudah lumayan sering terjadi. Jerman tidak aman dan tidak seindah dulu lagi sejak orang orang itu berdatangan. Setelah Angela membaik, aku dan kakakku pulang ke unit kami.

“Ce. Gila. Untung aja kita sempat belajar bela diri walau cuma sebentar ya. Siapa yang bakal menduga hal hal itu akan terjadi? Gila.” Kata ku agak kesal.

“Ya mau gimana lgi dek. Di dunia ini mah apapun bisa terjadi. Yuk dek. Gak usah bahas lagi. Kita mandi bareng yuk.” Kata kakakku sambil menggenggam tanganku dan menarikku ke kamar mandi untuk mandi bersama.

Setelah saling memandikan, kami berdua langsung salto ke ranjang untuk menjalankan kewajiban suami istri (dalam kasus ini ya, kakak adik). Kami sejenak melupakan kejadian yang mengerikan tadi. Dengan Bercinta, semua masalah hilang seketika.

Bibir kami saling beradu seperti biasa. Lidah kami bertarung dengan sengit. Ciuman kami cepat dan tepat menuju sasaran sehingga tak butuh waktu lama bagi kami untuk mendapatkan rangsangan. Alhasil Aku langsung menuju ke tempat favorite ku.

Seperti sudah tradisi saja. Puting susunya aku mainkan. Payudaranya Aku remas. Desahan dan tawa karena geli menggema di kamar kami. Untung saja kakak adik itu beda tower dengan kami. Kalau berdekatan, gawat tuh kalau terdengar. Aku sangat menyukai payudaranya yang indah itu. Sungguh… aku sangat beruntung bisa menikmati keindahan tubuh kakakku.

Kontolku sudah dipegang oleh kakakku dan dia menggesek gesekan ke vaginanya. Sepertinya dia sudah terangsang berat. Aku bisa merasakan vagina nya yang sudah becek dan…. jlebbbb. Masuk sudah penisku ke dalam vaginanya. Aku dengan pelan mengangkat pantatku. Penis Itu keluar masuk dari pelan ke cepat layaknya piston mobil. Jleb jleb jleb plak plok plok + suara desahan kami berdua.

Kedua tangan dan kaki Kakakku kini merangkul dan mengunci tubuhku seolah dia minta untuk dibuahi tapi ya itu hanya sesaat aja. Dia mendapatkan orgasmenya setelah aku berjuang dengan keras. Kedua tangan dan kakinya mengunci tubuhku dengan keras. Untung saja Aku tidak tercekik.

Tak lama kemudian, aku melanjutkan goyanganku lagi dan dia semakin berteriak karena nikmat dan geli. “Dekkk.. ahhhh AHHH…. sudah… geli dekkkk ahhhhj ohhh ahhh. ” teriaknya sambil memohon dan mulai menangis.

“Tahan ya sayang. Tahan… aku sudah mau sampe.. tahan ya cantik…. aahhh… arghhh ” aku pun mendapatkan orgasme ku dan menarik penisku dengan cepat dari vagina nya. Aku kocok penis itu di depan muka kakakku. Dia menutup matanya dan menyambut semburan sperma ku di wajah cantiknya.

Dia tersenyum dan mulai menjilati sperma yang berceceran di wajahnya. Aku memberikan tissue dan dia membersihkan wajah cantiknya itu. Setelah Itu, dia menggenggam penisku dan dia memasukkannya ke mulut nya.

Oral sex ini juga salah 1 saat saat yang aku tunggu. Aku sangat menyukai saat saat penis aku dijilat dari ujung ke ujung… dibersihkan oleh lidahnya dan dikulum. Nikmat nya tidak ada tandingan. Setelah dia puas membersihkan penisku dengan mulutnya, dia tersenyum dan minta digendong ke kamar mandi. Kami berdua mandi bersama dan saling membersihkan. Setelahnya kami berdua langsung tidur.

Hari berganti hari. Kami memulai kuliah kami. Seperti janji kami. Tidak ada yang boleh pacaran sampai kuliah selesai. Kami berdua tetap saja melakukan hubungan kami seperti suami istri. Tak ada yang tahu tentang hubungan terlarang kami selama ini termasuk Hans dan Angela.

Khusus Angela, aku dan dia memang semakin dekat. Tiap sabtu atau minggu, kami selalu pergi kencan tapi hanya kencan saja. Kami belum pernah lebih dari itu. Hans dan kakakku juga sama. Hubungan mereka semakin dekat.

Sejauh ini belum ada drama aneh aneh dalam hubungan kami berempat. Bisa dibilang strangers by the say lovers by night. Kasus kami sih kakak adik di luar… malam hari ya seperti suami istri. Prinsip kami ya senin sampai jumat belajar keras. Sabtu minggu saat nya happy happy kecuali kalau senin ada ujian. Beda cerita.

Sama hal dengan kakak adik itu. Belajar ya belajar.. sabtu minggu ya bebas. Aku dan kakakku juga mempelajari 1 hal penting di Jerman. Tepat waktu dan disiplin tinggi. Tidak boleh terlambat dan harus professional. Apapun yang terjadi, the show must go on.

Orang tua kami hanya sesekali mengunjungi kami. Biasa setahun sekali. Mereka? Ya tetap sibuk dengan bisnis mereka. Kami tak pernah pulang ke rumah kami. Tommy juga sibuk dengan kuliah nya. Kabar dia? Ya biasa. Seperti singa keluar dari kandang, liar, nakal dan brutal tapi kalau soal kuliah? Tetap jempolan.

Mister Sange – Kumpulan Cerita Seks Keluarga
6 tahun berlalu… kami berempat telah lulus kuliah. Aku sudah mulai bekerja sebagai seorang arsitek. Kakakku dan Hans sedang mengurus izin prakteknya. Mereka resmi pacaran tapi belum tinggal bersama. Aku dan kakakku masih tetap tinggal berdua. Kami berdua sudah resmi menjadi warga negara Jerman.

Angela? Ya dia bekerja di perusahaan kimia yang kantornya tidak jauh dari tempatku bekerja sehingga memungkinkan kami berjumpa saat makan siang. Aku dan dia semakin dekat sampai suatu hari aku menyatakan perasaanku kepadanya dan dia dengan senang hati menerimanya. Alhasil? Kamipun resmi pacaran. Kawin silang jadinya

Suatu hari, aku dan kakakku pergi ke taman. Kami berdua ngobrol.
“Ce. Ingat Gak dulu aku pernah ngomong kalau aku gak mau mencintai perempuan lain selain cece? Kelihatannya mustahil ce. Meski gimana pun juga, cece selalu di hatiku. Aku berharap cece paham maksudku. Cece juga sudah kepincut sama Hans. Dia ganteng dan sukses. Kalian berdua juga dokter. Jodoh gak ada yang tahu.” Kataku.

“Dek. Dulu ya dulu. Sekarang sudah beda. Cece mikir.. cece sebagai seorang dokter harusnya tahu dan sudah tahu kalau nanti kita ngotot bersama dan sampai punya anak, kasihan saja. Anak kita belum tentu sehat. Itu sangat memalukan. Apalagi cece dokter kandungan. Kita hidup di dunia nyata dek. Cece paham. Cece selalu sayang sama kamu dek. Dedek yang pertama kali mengambil kehormatan cece. Cece gak pernah menyesal sekalipun. Sekarang kita berdua sudah menemukan pasangan masing masing. Memang sudah begini jalannya.” Kata kakakku sambil meneteskan air mata.

Karir kami berempat sangat bagus. Aku sering dipekerjakan untuk proyek proyek besar. Kakakku juga menjadi salah satu dokter kandungan ternama di Frankfurt. Hans juga menjadi salah satu dokter terbaik di Jerman dan selalu mengadakan konferensi kesehatan di negara negara European union.

Angela juga semakin sukses dengan banyak penemuan penemuan di bidang kimia yang menjadi unggulan dari negara itu. Just info, Germany is known for their chemicals and engineering. Sementara itu nun jauh di sana,Tommy juga sudah sukses. Dia sudah menjadi seorang CEO bank terkenal.

Terlepas dari itu semua, kabar buruk menimpa kami. Kedua orang tua kami jatuh sakit. Kami berdua harus pulang menjenguk mereka. Kakakku dan aku mengeluarkan uang untuk menyembuhkan mereka. Tommy yang merasa berhutang budi, memutuskan untuk merawat mereka berdua menggantikan kami. Tentu saja kami akan membantu secara finansial.

Hans dan Angela juga datang menjenguk kedua orang tua kami. Papa dan mama kami terlihat sangat senang karena mereka akan mendapatkan menantu bule. Ya wajar saja. Mereka berdua merestui hubungan kami.

Sayangnya… itulah saat saat terakhir kami melihat orang tua kami. Mereka berdua tak lama kemudian tutup usia. Sesuai dengan perjanjian hukum, harta kedua orang tua kami 50% jatuh ke Tommy dan 50% ke kami. Kami dan Tommy sudah mengatur semuanya agar tidak ada konflik nantinya.

2 minggu kami berkabung dan kami kembali ke Jerman untuk melanjutkan karir kami. Setelah move on dari orang tua kami, aku merasa ini sudah saatnya bagiku untuk melamar Angela. Dia tentunya menerimanya dengan senang hati. Aku sudah berjumpa dengan kedua orang tuanya.

Hans? 3 bulan setelah aku melamar adiknya, kini dia melamar kakakku dan tentunya kakakku menerimanya dengan senang hati. Meski kami berdua sudah ada pasangan masing masing, kami tetap tinggal berdua dan tetap berhubungan seperti suami istri. Kami tidak akan berhenti sampai kami menikah dengan pasangan masing masing dan selagi ada kesempatan, kami akan tetap melakukan itu.

1 tahun kemudian, Hans menikah dengan kakakku dan 6 bulan kemudian, aku yang menikahi Angela. Aku dan kakakku sebetulnya sudah tahu kalau kami tidak akan menjadi suami istri tapi kami berdua masih tetap melakukan hubungan terlarang ini dengan rahasia.

Selesai? Tunggu dulu….

* Hans

Aku baru pertama kali bercinta Dengan wanita asia. Kulitnya juga putih seperti kulitku. Aku sudah bisa membayangkan betapa cantik atau tampan anak anak ku nanti. Yakinlah… tubuhnya (kecuali kepalanya) 100% sama dengan semua wanita kulit putih. Putingnya berwarna pink. Sangat jarang untuk ditemui alias langka. Beruntungnya diriku.

Kami berdua sudàh telanjang dan aku siap untuk bercumbu dengannya. Aku mencintai dia dan menerima dia apa adanya. Aku tidak peduli dia masih perawan atau tidak. Dia sudah sempurna buatku. Aku kemudian mendekati nya dan mencium bibir mungilnya.

Dia menutup kedua matanya dan membalas ciumanku. Kami berpelukan dan berciuman dengan mesra. Sungguh aku sangat beruntung memiliki dan bisa menikmati dia. Kulitnya sangat lembut dan halus. Ciuman kami bertambah buas dan penuh nafsu. Kedua lidah sudah saling bertukar serangan.

Aku kemudian membaringkan istriku yang cantik ini ke ranjang dan payudara indah ini langsung kunikmati. Puting susunya aku mainkan dan kujilat dengan lidahku. Patricia sangat menikmati aksiku. Tangan kananku meremas payudara 2 nya lagi. Kamar pengantin kami diisi oleh suara desahan wanita.

Kedua Payudara indah ini terlalu sayang untuk dilewatkan. Aku tak pernah bisa menahan diriku saat melihat pemandangan indah ini di depan mataku. Tidak akan pernah bisa. Dia terlalu cantik untuk disia siakan. Aku pun turun ke vagina nya dan menjilati habis semua vagina dia.. dari bawah ke atas sampai ke dalam dalam nya. Meski Bukan perawan tapi siapa peduli. Klitoris nya aku jilat dengan ujung lidahku.

Dia mendesah dan berteriak. “Aaaahhh ahhhhhhh oohhhh ahhhh Hans. Halt. Stop. Ohhh ah mein gott.. oh…” teriaknya. Aku berkata dalam hatiku, “wow dia sudah tahu cara mendesah dalam bahasa Jerman”. Vagina itu sudah basah. Aku langsung menghunus penisku ke dalam vagina nya.

Kedua matanya terbuka lebar seperti mulutnya yang membentuk huruf O. Dia berteriak kencang. “Ahhhhhhhh ooohhhh AHHH oooh ohhh ahhh AHHH oooh ohhh ” aku kemudian menggoyangkan tubuhku dan penis itu bergerak keluar masuk…

Suara desahan itu tampaknya tak bisa berhenti dari mulutnya. Mungkin ini pertama kali kena burung bule, beda sensasi.. ada rasa keju nya sama bir. Aku terus menggoyangkan penisku di vagina nya yang masih sempit dan legit seperti ketan itu. (Sejak kapan bule Jerman makan ketan? Sok tahu dia).

Patricia berteriak panjang karena orgasme nya sudah mau dekat dan aku terus menggenjot vagina nya sampai cairan cinta dia keluar menyembur. Aku tetap menggoyangkan penisku dengan kecepatan tinggi sampai aku juga meraih orgasmeku. Aku mengeluarkan air mani ku di dalam vagina nya.

Patricia merasakan vagina nya begitu hangat. Dia tersenyum puas dan nikmat. Hamil? Oh tenang .. ada pil anti hamil. Dia yang sebagai dokter kandungan tentu saja sudah tak asing dengan benda benda semacam ini. Dia kemudian merangkul leherku dengan kedua tangannya dan menciumi bibirku.

Dia kemudian menyuruhku berbaring dan dengan dia langsung menyerbu penisku… dengan mulutnya. Penisku dijilat dari bawah sampai kepalanya. Lidahnya begitu mahir dalam membersihkan penisku. Setelah itu kepala penis ku dikulum olehnya. Geli dan nikmat. Aku pun terangsang kembali karena ulahnya namun sayang dia mengakhiri jasa cleaning service nya itu dan minta digendong untuk mandi bersamaku. Aku pun menggendong nya ke kamar mandi dan kami mandi bersama.

* Lawrence

Angela. Pertama kali Aku melihatnya, aku mengira dia itu dewi legenda Yunani. Berambut pirang dan bertubuh indah. Payudaranya memiliki ukuran yang sama dengan kakakku. Wajahnya Cantik sekali. Aku tak pernah sekalipun menduga aku akan menjadi suaminya. Mimpi menjadi nyata.

Aku sebagai pria asia, sangat beruntung memiliki istri bule berambut pirang. Aku membelai rambutnya yang indah itu dan mencium keningnya. Aku kemudian mencium bibirnya dengan lembut. Di saat yang sama, tangan tangan kami juga saling melepaskan pakaian masing masing sampai telanjang bulat.

Dia kemudian membaringkan tubuhnya ke ranjang seolah mempersilahkan aku menikmati tubuhnya yang indah seperti dewi dewi legenda Yunani (kecuali medusa). Aku langsung naik ke atas tubuhnya dan membelai rambutnya. Bibir kami kembali berciuman dengan lembut. Kedua tangannya merangkul leherku seolah dia tidak mau melepasku pergi dan aku memeluk punggungnya.

Ciuman kami bertambah panas Sampai kedua lidah kami mulai berperang. Aku tidak percaya aku sedang bercinta dengan wanita impian ku. Kalau ini mimpi, janganlah berakhir karena terlalu indah untuk dilewati. Aku kemudian turun menciumi lehernya dan sesekali mengecup nya dengan agak keras meninggalkan berkas ciuman yang tidak terlalu terlihat.

Setelah itu kepalaku turun ke… Payudaranya. Demi dewa Zeus. Melihat payudaranya itu seperti… melihat punya kakakku sendiri. Ya. Ukurannya sama. Puting susu itu berwarna pink pula. Wajah nya dan rambutnya saja yang beda dengan kakakku. Seperti bercinta dengan kakakku versi bule. Aku sudah tahu apa yang harus aku perbuat pastinya.

Lidahku menjilat puting susu payudara kiri dan tangan kananku meremas payudara kanan. Terkadang aku mengganti tangan dan mulutku ke payudara 1 nya lagi, biar adik dong. Kedua tangannya memeluk kepalaku. Dia mendesah tiada henti dan menutup matanya. Suaranya desahannya sungguh merdu. Payudara ini mengingatkan aku kepada kakakku sendiri.

Dia yang sudah terangsang berat langsung memegang penisku dan diarahkan serta dimainkan di Klitoris nya. Di saat yang sama, kami kembali berciuman. Angela merasa vagina nya sudah basah dan dia dengan pelan menuntun penisku memasuki vagina nya yang ternyata sudah jebol oleh mantan pacarnya sendiri sebelum kami bertemu. Bukan Masalah besar.

Penis itu masuk akhirnya ke liang peranakan nya. Dia yang dari tadi memejamkan matanya, tiba tiba melotot saat penisku memasuki Vagina nya. Aku kemudian menggoyangkan tubuh ku sehingga penis itu mulai bekerja seperti piston mobil.

“Ohhh ohh ooohhh ahhh AHHH oooh ohhh ahhh AHHH oooh ” dia sudah mendesah. Desahan itu seperti bensin yang disiram ke tubuhku yang sudah membara karena birahi tinggi. Aku semakin semangat memompa vagina istriku. Aku yang biasa olah raga tentu saja sudah tak asing lagi dengan gerakan ini. Seperti push up tapi berujung nikmat.

Suara istriku yang dari mendesah kini berubah menjadi teriakan kencang seperti mau melahirkan. Aku semakin semangat memompa penisku dengan kencang. Akhirnya Angela mendapatkan orgasme nya yang disusul olehku dalam beberapa detik saja. Air sperma ku tumpah di dalam vagina nya.

Tenang saja. Sama seperti yang di atas tadi. Sudah ada pil anti hamil. Aku yang juga lelah karena orgasme akhirnya menjatuhkan tubuhku di atas tubuhnya. Dia membelai rambutku dengan lembut dan tak lama kemudian dia memeluku dengan hangat. Aku sadar… ini nyata… bukan Mimpi. Aku meneteskan air mataku karena bahagia.

Setelah beristirahat sejenak, kami kembali berciuman lagi dan…. ke kamar mandi untuk mandi bersama. Aku menggendong dirinya dan sambil berciuman kami menuju kamar mandi. Aku jujur masih rindu kakakku. Aku dan Patricia tidak pernah menceritakan hubungan terlarang kami ke pasangan kami.,,,,,,,,,,,,,,,,

Related posts